FF//BACK//SQUELL OFF I NEED U//YOONMIN//YAOI//PG 15//SAD, ROMANCE//ONE SHOOT
Tittle
: Back (Squal of I Need U)
Author
: littleyoonra
Cast
:
Min
Yoon Gi
Park
Ji Min
Cho
Hyun Ra
Supp.
Cast :
Kim
Seok Jin
Kim
Nam Joon
Jung
Ho seok
Kim
Tae Hyung
Park
Min Ji
Other
Cast
Genre
: Sad Romance
Rating
: Yaoi, boyxboy
Disclaimer
:
FF
ini milik saya. Murni dari pikiran saya. Jika ada kesamaan apapun
itu, hanya kebetulan semata and NO PLAGIAT MY FF. DONT LIKE DONT READ
AND GOING HAHAHA
Summary :
I’ll be waiting right here, right where I was left behind,
with
your back turned on me, I say save me.
Sinopsis:
Aku
melihat kembali pada setiap kenangan kita yang tidak mudah terlupakan
Seperti
musim yang silih berganti.
Aku
akan memilikimu di genggamanku sekali lagi
Warning
: Typo bertebaran~
HAPPY
READING~
“
hyung,
ini susunya” Jimin meletakan susu buatannya disamping laptop Yoongi
“
terimakasih”
Yoongi menoleh tersenyum kearah Jimin dan meminum sedikit susunya.
“
kau
masih lama?” Jimin bertanya sambil duduk disamping Yoongi dan
meletakan kepala Jimin dibahu Yoongi
“
hmm
sebentar lagi. Jika kau bosan, pergilah keluar bersama Taehyung”
Yoongi kembali tersenyum sambil mengacak pelan rambut Jimin
“
tidak”
Jimin menggelengkan kepalanya “ aku hanya ingin bersamamu hyung”
“
baiklah,
tunggu sebentar lagi ne” Jimin mengangguk dan Yoongi kembali
menyelesaikan tugasnya.
1
jam kemudian
“
ahhh
selesai juga” Yoongi meregangkan badannya setelah dia menyelesaikan
tugasnya. Yoongi bangun dari duduknya dan mencari Jimin.
“
Jim
.. “ Yoongi menghentikan suaranya saat melihat sosok Jimin tertidur
pulas di sofa kamarnya. Yoongi menghampiri Jimin dan jongkook tepat
didepan wajah Jimin.
Setelah
kejadian Jimin yang memilih Yoongi untuk menjadi pasangan hidupnya,
Yoongi mengatakan pada eomma dan appanya bahwa mereka akan tinggal di
apartement milik Yoongi. Jadi, sekarang mereka dalam satu atap hanya
berdua.
Yoongi
terus menatap wajah manis Jimin yang masih tertidur pulas sambil
tersenyum bahagia. Dia benar – benar tak menyangka jika Jimin juga
memiliki perasaan yang sama dengannya.
TING
TONG (anggep aja bel)
Yoongi
yang mendengarkan belnya berbunyi langsung meninggalkan Jimin menuju
pintu utama untuk menyambut tamu yang datang.
“
siang
hyung” setelah Yoongi membuka pintunya, nampaklah wajah Jungkook
disana
“
ahh
siang Jungkookie, masuklah” Yoongi mempersilahkan Jungkook untuk
masuk. Baiklah, setelah kejadian Jimin memilih Yoongi, Jungkook
memilih berteman dengan Jimin dan Jungkook yang mendapatkan sambutan
hangat dari keduanya.
Jungkook
memasuki apartement Yoongi
“
Jimin
kemana hyung?”
“
dia
sedang tidur”
“
hmm
tumben sekali”
“
yaa
dia terlalu lama menungguku selesai mengerjakan tugas, jadi tertidur.
Padahal aku sudah menyuruhnya maen keluar bersama Taehyung, tapi dia
bersikeras ingin menemaniku saja” Jungkook mengangguk – angguk
kepalanya mengerti penjelasan Yoongi “ kau mau minum apa?” lanjut
Yoongi
“
hmm
aku air putih dingin saja hyung” jawab Jungkook
Yoongi
menuju dapur untuk mengambilkan air dingin, namun langkahnya terhenti
saat dia melewati kamarnya. Dia melihat Jimin masih terlelap di
sofanya. Yoongi masuk kedalam kamarnya dan menggedong Jimin untuk
dipindahkan tidur dikasurnya. Saat Jimin berada digendongan Yoongi,
terlihat Jimin menyamankan tidurnya dengan cara mengerak – gerakkan
kepalanya mencari dada bidang Yoongi untuk ia tidurin. Saat Yoongi
berhasil membaringakn Jimin diatas kasurnya, Yoongipun menyelimutinya
dan pergi. Namun saat ia pergi, tangannya ditahan oleh Jimin
“
hyung
jangan pergi” Yoongi menoleh dan tersenyum kearah Jimin
“
hyung
hanya pergi kedepan untuk menemani Jungkook ne. Jadi kau tak perlu
takut hyung meninggalkanmu” jelas Yoongi. Setelah mendengarkan
penjelasan Yoongi, Jimin melepas genggaman Yoongi dan Yoongipun
berjalan kearah dapur untuk mengambil air untuk Jungkook.
“
maaf
menunggu lama Jungkook” seru Yoongi saat sudah kembali ke ruang
tamu
“
ahhh
gwaenchana hyung” jawab Jungkook tersenyum
“
oh
ne, ada apa kau kemari?”
“
hmmm
tidak ada, tadinya mau mengajak Jimin hyung jalan – jalan, tapi dia
tidur”
“
yampun
kau telat datang Jungkook”
“
ne
aku tau hyung. Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?”
***
“
ck.
Bisa bisanya dia memberitahuku setelah dia pergi” Yoongi berdecak
kesal saat mendapatkan Line permohonan maaf Jimin.
‘
hyung
maaf, aku sudah pergi ke toko buku bersama taehyung. Jadi kau pulang
sendiri dulu ne. Aku akan langsung pulang kerumah, jadi tak usah
menjemputku’
Yoongi
tidak tau kenapa hari ini Yoongi benar – benar mengkhawatirkan
Jimin.
***
“
Jimin
aku akan kepojok sana, kau mau kemana?” tanya Taehyung
“
aku
kearah kanan saja” jawab Jimin
“
baiklah,
kita akan bertemu di kasir 10 menit lagi ne” Taehyung berlalu dari
hadapan Jimin, begitupun Jimin yang langsung menuju rak buku yang ia
inginkan. Saat sedang serius mencari bukunya dan dia menemukannya,
Jimin langsung menggapai buku tersebut. Namun ternyata ada tangan
lain yang mengincar buku tersebut dan sekarang mata mereka sedang
bertemu tatap
“
Jimin-ah”
suara wanita adalah suara yang keluar setelah sekian lama mereka
bertatapan
“
ahhh
maaf, kau mengenalku?” Jimin yang sedikit bingung langsung bertanya
pada sanga yeoja
“
tentu
saja aku mengenalmu. Kau lupa aku? Aku Cho Hyun Ra. Teman masa
kecilmu Jimin” seketika Jimin kaget mendengar penuturan sang yeoja
“
Hyunra?
Benarkan ini dirimu?” sang yeoja yang ditanya hanya menganggukan
kepalanya membenarkan ucapan Jimin. “ oh tuhan kau berubah. Kau
sudah besar” lanjut Jimin
“
ne,
kau juga Jimin. Kau besar dan juga tampan”
“
ahhhh
kau bisa saja Hyunra”
“
haha
sungguh Jimin. Kau sangat tampan, dari kecil kau memang sudah
mengambil hatiku karena ketampananmu” Jimin tak bergeming. Dia
hanya tersenyum tipis. Jimin sedang dibuat bingung oleh perasaannya “
oh ya kau tinggal dimana?” lanjut Hyun Ra
“
aku
.. “ tiba – tiba saja handphone Jimin berbunyi “ yeob .. “
“
yakkk
kau dimana Jimin? Ini sudah 12 menit dan kau tak kunjung kembali”
“
ahhh
maafkan aku, aku akan segera kesana” Jimin menutup telponya dan
kembali melihat kearah Hyunra.
“
aku
harus pergi”
“
ahhh
baiklah, sebentar” Hyunra mengambil sesuatu dari dalam tasnya “
ini kartu namaku. Jangan lupa menghubungiku nde” Jimin mengambil
kartu namanya
“
terimakasih
Hyun, aku akan segera menghubungimu. Bye” dan Jiminpun berlalu
dihadapan Hyunra.
***
Jimin
membuka pintu apart dan masuk kedalam apartnya
“ aku
pulang~” teriak Jimin
Yoongi
yang sedang tertidur langsung terbangun saat mendengar teriakan
kepulangan Jimin dan menghampiri Jimin
“ kau
darimana saja jam segini baru pulang?”
“ m
.. mwo? Aku hanya keluar 1 jam hyung, tak lama”
“ tak
ada alasan, mulai besok kau tak boleh keluar tanpa diriku” Yoongi
pergi sebelum Jimin melayangkan protes
“ aish,
kenapa dia? Datang bulan? Kenapa marah – marah tidak jelas”
gerutu Jimin “ ah lebih baik aku menghubungi Hyunra” lanjut Jimin
sambil mengambil handphonenya dan kartu nama Hyunra
***
Yoongi
tidak main – main dengan ucapannya 1 minggu yang lalu. Buktinya,
sekarang Jimin sedang bosan menunggu sang kekasih sedang mengerjakan
tugasnya bersama Jin yang ditemani dengan kekasihnya.
“ Jimin,
ini minumlah” Namjon memberikan kaleng minuman kepada Jimin
“ terimakasih
hyung” Jimin tersenyum dan mengambil minuman yang diberikan Namjon
padanya lalu membuka dan meminumnya
“ kau
terlihat bosan”
“ ahhh
tidak, aku tidak bosan” Jimin mencoba menyembunyikan kebosanannya
dengan mencoba riang menjawab pertanyaan Namjoon agar Yoongi tak
memarahinya
“ jika
kau bosan, Jin hyung punya PS di kamarnya. Kau dan Namjoon
bermainlah” Yoongi yang mengetahui Jimin berbohong langsung
memberikan solusi walau matanya tetap fokus ke laptopnya.
Jimin
dan Namjoon menuju kamar Jin dan bermain PS disana, dan sekarang
tinggal Jin dan Yoongi
“ Yoongi-ah”
panggil Jin
“ ne?”
“ apa
kau tak keterlaluan padanya?”
Pertanyaan
Jin berhasil membuatnya menghentikan mengerjakan tugasnya.
“ ini
sudah 1 minggu dia bersamamu. Aku rasa dia juga ingin bermain bersama
teman – temannya”
“ hyung
.. entah mengapa, aku merasakan akan tejadi sesuatu buruk padanya.
Maka dari itu aku ingin dia berada disampingku dan sebaliknya”
“ Yoongi.
Kau tau, aku juga dulu sama sepertimu. Tapi kau lihat? Bahkan aku dan
Namjoon masih bersama sampai sekarang. Dengar Yoongi, jangan sampai
kau membuat bosan kekasihmu. Karena itu akan membuat dia berpaling
darimu”
***
Yoongi
mengambil handphonenya karena sedaritadi terus bergetar
“ yeobseo”
“ hyung
.. “
“ ne
Tae, wae?”
“ aku
.. hmm aku .. “
“ yakk
berbicaralah yang jelas”
“ hyung,
aku harus kerja kelompok bersama Jimin dan teman – teman yang lain,
jadi aku meminta padamu agar tidak menemani Jimin. Karena itu akan
membuat kita .. “
“ tapi
aku kan tidak melakukan apapun. Hanya menunggunya diluar”
“ tapi
hyung .. “
“ baiklah,
jaga Jimin baik – baik ne. Terimakasih”
Yoongi
mematikan telponya. Sebenarnya Yoongi merasa keberatan saat Taehyung
memintanya untuk tidak bertemu Jimin atau menunggunya. Tapi setelah
mendengar penuturan Jin 1 minggu lalu, Yoongi merubah semua pemikiran
buruknya dan mencoba kembali membebaskan Jiminnya walau dia masih
merasa tidak nyaman dengan hatinya
***
Sudah
jam9 malam namun Jimin tak kunjung datang juga dan telpon Taehyungpun
tak diangkat. Akhirnya Yoongi mengambil kunci mobilnya dan melajukan
mobilnya menuju apart Taehyung.
Sesampainya
didepan pintu apart Taehyung, Yoongi langsung menekan belnya dengan
tidak sabaran dan tak lama pintu itupun terbuka
“ eoh
hyung, kau datang juga. Ja masuk” Jungkook menarik lengan Yoongi
untuk masuk kedalam. Pemikiran Yoongi kembali dipenuhi dengan
keanehan. Ada apa di apart Taehyung? Pesta? Siapa yang membuat dan
untuk apa?
“ hay
Yoongi hyung, kau datang juga?” Taehyung sang pemilik rumah
menyambutnya “ hmm dimana Jimin?” Taehyung yang tak melihat Jimin
berada disamping Yoongi kembali bertanya dan saat itu puncak amarah
Yoongi memuncak
BUK
Satu
pukulan keras berhasil mendarat di pipi Taehyung
“ HYUNG
“ semua berteriak, ada yang menolong Taehyung adapula yang menahan
Yoongi
“ apa
maksudmu bodoh? Kau tau, Jimin belum sampai rumah dan tanpa dosa kau
menanyakan Jimin padaku?”
Taehyung
terdiam saat mendengar penuturan Yoongi. Taheyung benar – benar tak
tau jika Jimin belum pulang sampai jam segini
“ cepat
katakan padaku dimana Jimin sebelum aku membunuhmu”
FLASHBACK
“ ayolah
Tae, bantu aku. Aku janji ini hanya yang pertama dan terakhir”
“ tidak,
aku tak mau”
“ Tae
kau tega padaku? Aku sudah lama tak bertemu dengannya. Tapi saat aku
bertemu dengannya, Yoongi hyung malah membuat peraturan aneh yang aku
juga tak tau penyebabnhya. Padahal aku sangat merindukannya” Jimin
mempoutkan bibirnya dan terlinang matanya berkaca. Taehyung yang tak
tega akhirnya mengiyakan permintaan Jimin
“ baiklah,
aku akan membantmu”
“ benarkah?
Huwaaa terimakasih Taehyung”
“ tapi
kau tak boleh pulang malam – malam. Jam 5 harus sudah berada
dirumah, arra”
“ ne,
arraso Taehyung-ah”
FLASHBACK
END
BRUK
Yoongi
menendang meja kayu didepannya. Dia benar – benar bingung harus
menyalahkan siapa. Jimin atau dirinya? Dan tiba – tiba handphone
Yoongi bergetar. Yoongi dengan tergesa mengambil handphoennya dan
menatap layar handphonenya. Betapa bahagianya Yoongi saat Jimin lah
yang menelponnya
“ Jimin-ah
kau dimana?” Yoongi tak mengucapkan hallo karena sedang bercampur
khawatir. Namun tak ada jawaban dari sana
“ Jimin
.. kau baik – baik saja?” saat itu semua teman – temannya
menatap Yoongi khawatir saat paras Yoongi berubah menjadi takut
“ Jimin
jawab aku kau dimana?”
“ ..
hyung .. “ suara
lirih Jimin terdengar ditelinga Yoongi
“ Jimin,
cepat katakan padaku ada apa dengan dirimu?”
“ ..
hyung
jangan menjemputku .. PLAK.. ARRGGGGHHHHH”
“ JIMIN!”
***
Jimin
membuka matanya perlahan. Dia benar – benar merasakan pusing
dikepalanya dan tak bisa menggerakan badannya sama sekali. Semua
terasa sakit untuk bergerak. Setelah mata Jimin terbuka sempurna,
betapa kagetnya dia berada di sebuah ruangan kumuh, kotor tak layak
untuk disebut sebuah ruangan, bahkan gudangpun masih bersih daripada
ruangan ini. Dan yang membuat Jimin terkaget lagi adalah bahwa
dirinya sekarang sedang duduk diatas sebuah kursi kayu dengan tangan,
kaki dan bagian badan diikat sangat kuat. Jangan lupakan mulutnya
yang ditutup lakban hitam sehingga Jimin tak dapat berbicara sedari
tadi.
Keringat
terus bercucuran dan wajah khawatir dan juga takut menjadi satu
diwajah imut milik seorang Park Ji Min.
Terdengar
samar – samar oleh telingan Jimin ada sebuah langkah yang semakin
lama semakin jelas. Pintupun terbuka dan menunjukan sosok seorang
yang sangat Jimin kenal. Orang yang baru ditemuinya beberapa jam yang
lalu.
“ kau
sudah bangun Jimin?” Jimin hanya menatap Hyun Ra untuk menjawab
pertanyaannya “ oh aku minta maaf, aku lupa jika kau dibungkam”
seketika Hyun Ra langsung melepas lakban hitam yang menutup mulut
Jimin
“ Hyun
Ra, apa yang kau lakukan?” sungguh Jimin bingun dengan apa yang
terjadi padanya
“ apa
yang aku lakukan? Aku hanya melakukan apa yang menurutku benar”
jawab Hyun Ra
“ benar?
Kau bilang ini benar? Apa yang terjadi padamu Hyun Ra?”
“ Apa
yang terjadi padaku?” seketika Hyun Ra menatap tajam wajah Jimin “
kau ingat 17 tahun yang lalu tuan Park?”
FLASHBACK
“ dasar
anak nakal, tidak pernah mendengar ucapan eommamu. Kau ingin dihukum
hah?” seketika sang eomma mengambil sapu dan memukuli bokong sang
anak
“ arrgghhh
ampun eomma hiks .. sakit .. hiks .. “
“ sakit?
Biar kau rasakan akibatnya”
“ ahjumma
berhenti. Hyun Ra tak salah, yang salah itu aku. Aku yang memintanya
untuk mengambil burger itu”
“ kau,
jadi kau yang membuat anak ku nakal? Akan kuhukum kau”
***
“ apa
ini sakit?”
“ tidak
aww .. kumohon pelan pelan”
“ maaf
“ Hyun Ra terus mengobati luka lebam disetiap tubuh Jimin untuk
mengurangi rasa sakitnya
“ harusnya
kau tak melakukan ini Jimin-ah”
“ tak
apa. Kau ini perempuan. Aku tak bisa melihat seorang perempuan
disiksa. Itu tidak pantas”
“ tapi
aku yang mencuri, aku patut untuk dihukum .. “
“ dengarkan
aku, selama aku berada disampingmu, kau akan aman”
“ Jimin-ah,
apa kau mau berjanji padaku?”
“ tentu.
Apapun akan aku lakukan”
“ berjanjilah
terus bersamaku Park Ji Min”
“ aku
berjanji Hyun Ra. Park Ji Min akan selalu berada disamping Cho Hyun
Ra”
FLASHBACK
END
seketika
airmata jatuh dikedua pipi Hyun Ra
“ kau
tau, 15 tahun aku mencarimu. Dan kau tak kunjung datang. Aku sakit
Jimin. Aku hancur. Apa aku harus mengungkapkan ini agar kau
mengerti?” Hyun Ra membanting gelas yang sedari tadi ia pegang dan
terduduk dikursi yang berhadapan dengan Jimin.
“ Hyun
Ra, maaf .. “
“ maaf
kau bilang? Kau pikir lukaku akan cepat sembuh setelah aku tau kau
sudah ada yang memiliki? Maaf saja tidak cuku Park Ji Min” Hyun Ra
menatap tajam manik hitam milik Jimin
“ a
.. apa maumu?” Jimin menjawab dengan gugup
“ tepat.
Pertanyaanmu sangat tepat Jimin. Aku menemukan handphonemu” Hyun Ra
mengambil handphone Jimin yang dia letakan disebuah meja tak jauh
dari mereka “ sengaja aku matikan karena handphonemu terus
bergdering meminta untuk telponya diangkat. Kau tau siapa yang
telpon?”
Jimin,
tubuhnya menjadi kaku saat mendengar telponnya terus berbunyi. Jimin
tau siapa yang terus menghubunginya, Min Yoon Gi.
'
hyung maaf, aku harusnya mendengarkan ucapanmu'
seketika
airmatanya mengalir begitu saja. Dan Hyun Ra tersenyum penuh
kemenangan
“ aku
ingin kau menelepon kekasihmu dan memintanya untuk datang ke tempat
terakhir hidupnya” seringaian kemenangan terlihat dibibir Hyun Ra.
“ apa
maksudmu?”
“ hmm
sepertinya aku harus memberitahumu. Kita sekarang ada disebuah gedung
yang sangat sangat jauh dari kota. Disetiap pintu diruangan ini,
sudah aku bayar seorang pembunuh bayaran. Aku hanya ingin tau
seberapa besar pengorbanannya untukmu”
“ kau!”
mendengar penuturan Hyun Ra, membuat Jimin sungguh gerah dan ingin
sekali menghajarnya
“ kenapa
denganku?”
“ kau
salah besar Hyun Ra, aku tak akan pernah memintanya untuk
menjemputku”
“ benarkah?
Jika aku yang bicara, apa dia masih akan bersantai? Aku rasa dia
sudah snagat mengkhawatirkanmu. Lihatlah, 20 pesan lebih untukmu
hanya dari seorang Yoongi. Jadi, bertindaklah sebelum aku bertindak
Jimin”
Hyun
Ra sudah menekan tombol dial dan tersambung ke nomor Yoongi
“ tut
.. tut .. tut .. “ Hyun
Ra menekan tombol load speaker lalu memberikannya kedekat Jimin “
suruh dia datang kemari Jimin”
“ Jimin-ah
kau dimana?”
Jimin terdiam saat mendengar suara Yoongi
“ Jimin
.. kau baik – baik saja?”
sekali lagi Jimin mendengar suara khawatir Yoongi lalu menatap kearah
Hyun Ra
'
haruskah aku melakukan ini? Aku tak ini membebanimu hyung. Aku yang
salah disini'
“ Jimin
jawab aku kau dimana?”
“ hyung
.. “ suara
Jimin begitu terdengar lirih ditelinga Hyun Ra
“ Jimin,
cepat katakan padaku ada apa dengan dirimu?”
“ ..
hyung jangan menjemputku .. PLAK .. ARRGGGGHHHHH”
“ JIMIN!”
Hyun
Ra merebut handphone ya setelah berhasil menampar Jimin
“ Jika
kau ingin Jimin selamat, maka cepat datang kealamat yang sudah
kukirimkan” Hyun Ra mematikan telponnya dan membanting handphone
Jimin “ kau ingin bermain – main denganku Jimin? Baiklah, kau
akan melihat mayat Yoongi didepanmu” Hyun Ra menatap tajam mata
Jimin lalu pergi dari ruangan Jimin.
Jimin
terus menangis menyesali perbuatan bodohnya. Dia benar – benar
bodoh tidak menuruti apa perintah Yoongi
“ hyung
hiks .. mianhae .. aku hiks sudah membuatmu terluka untuk kedua
kalinya”
***
Yoongi
sudah berada didepan sebuah gedung tua. Dia kembali mengecek
handphonenya untuk memastikan apakah dia tidak salah alamat. Setelah
yakin, Yoongi berjalan memasuki ruangan kosong tersebut.
“ JIMIN,
DIMANA KAU?”
BUK
tiba
– tiba seseorang memukul Yoongi dari belakang. Yoongi tersungkur ke
lantai lalu bangkit untuk menatap siapa yang memukulinya.
“ dimana
Jimin?” Yoongi bangun dan bertanya pada orang yang memukulinya.
“ dia
dibelakangmu” suara lain terdengar tepat dibelakang Yoongi. Yoongi
membalikan badannya dan mendapati seorang yeoja sedang bersama Jimin
dengan pisau dileher Jimin
“ lepas
.. BUK .. ARRRGGGHHHH” Yoongi kembali tersungkur ke lantai dan kali
ini dengan darah mengalir dari bibirnya. Terukir seringaian
kemendangan dibibir Hyun Ra.
“ kau
ingin dia kembali? Bangunlah dan lawan namja yang ada dibelakangmu
Min Yoon Gi” pernuturan Hyun Ra begitu bergema ditelinga Yoongi.
“ aku
tak berurusan dengannya, tapi aku berurusan denganmu”
BUK
“ ARRRGGGHHHH”
lagi, Yoongi mendapatkan pukulan lebih keras lagi
“ hentikan,
kumohon hentikan. Hyun Ra, jangan pernah kau menyentuhnya. Bunuh saja
aku” Jimin yang sudah tak tahan dengan perlakuan Hyun Ra akhirnya
angkat bicara
“ benarkah?
Baiklah jika itu permintaanmu” dengan seketika Hyun Ra menurunkan
cepat pisaunya dan langsung menancapkan diperut Jimin
“ ARRGGHHHHH”
“ ANDWEEEE!”
Yoongi berteriak keras saat melihat pisau menanjap diperut Jimin. Dia
bangkit dan langsung menghampiri Hyun Ra
“ BEDEBAH,
APA YANG KAU LAKUKAN HAH? KAU MEMBUNUH JIMIN? AKAN KU BUNUH KAU
JALANG”
“ ARRGGGHHH
LEPAS .. “
BUK
kembali
Yoongi mendapat pukulan dan pukulan ini tak hanya sekali, tapi
bertubi – tubi hingga membuat Yoongi benar – benar tak berdaya.
“ ANGKAT
TANGAN KALIAN! LETAKAN SENJATA KALIAN DILANTAI! KALIAN SUDAH
DIKEPUNG, JADI MENYERAHLAH” seketika semua menjadi sunyi saat
segerombolan polisi datang memasuki gedung tua ini dan membuat Hyun
Ra beserta rekannya menyerah
***
“ hyung,
ayo cepat, kita hampir sampai”
“ ne
Jimin”
Yoongi
dan Jimin berjalan menaiki tangga menuju menara namsan tower. Setelah
1 bulan yang lalu, Jimin berjanji pada Yoongi akan terus berada
disamping Yoongi dalam keadaan apapun. Dan Yoongi juga berjanji akan
selalu menuruti semua kemaun Jimin selama itu baik menurut Yoongi.
Sampai sudah di tempat yang mereka mau, lalu mereka mengambil sebuah
gembok dan menulis nama mereka berdua lalu mengaitkan gembok tersebut
ditempat yang masih kosong. Jimin dan Yoongi sama sama tertawa saat
menyadari sifat kekanak – kanakan mereka. Ayolah, mereka bukan anak
SMP yang percaya pada sebuah mitos. Tanpa mereka menyimpan nama
mereka di gembok cinta, mereka tau bahawa mereka akan abadi
selamanya.
THE
END
finnaly,
mian kalo ending ya agak aneh hehe


Komentar
Posting Komentar