FF//LET ME KNOW//YOONMIN//YAOI//NC 17//ROMANCE, SAD, ANGST//ONE SHOOT
Tittle
:
Let
Me Know
Cast
:
Park
Ji Min
Min
Yoon Gi
Kim
tae Hyung
Park
Ji San
Min
Yoon Ra
Supp.
Cast :
Kim
Seok Jin
Kim
Nam Joon
Jung
Ho seok
Jeon
Jeong Guk
Other
Cast
Genre
:
Sad
Romance, angst
Rating
:
Yaoi,
boyxboy, Rate 17+
Disclaimer
:
FF
ini milik saya. Murni dari pikiran saya. Jika ada kesamaan apapun
itu, hanya kebetulan semata and NO PLAGIAT MY FF. DONT LIKE DONT READ
AND GOING HAHAHA
Summary :
Even when I just breathe, I see you. Seems like it’s true that love blooms like a cherry blossom and then easily folds away
Sinopsis:
Aku
melihat kebelakang sekarang, sebuah film tentang kau dan aku
Oh
aku menginginkan sebuah ide tentang dirimu
Kau
mengambil bintang di malam milikku dan matahari di siang milikku
Pada
akhirnya, hanya tersisa awan didalam kegelapan
Itu
benar, ada aturan jika putus tidak akan pernah ada pertemuan
Seperti
apapun peraturan itu, Aku ingin menghancurkan itu, Berpaling dari
itu, terhipnotis oleh —mu
Warning
: Typo bertebaran~
HAPPY
RADING~
Suga terus berpegangan erat pada tangan kecil Jimin
“
jimin
kita mau kemana?” tanya Suga yang tak dapat melihat apapun karna
matanya ditutupi kain hitam sejak dari mobil oleh Jimin
“
nanti
juga hyung akan tau sendiri” balas Jimin, terlihat Suga mempoutkan
bibirnya kesal karena sang kekasih tidak memberitau mau kemana mereka
sekarang. Oh ayolah Suga, bukan surprise namanya jika kau tau mau
kemana. Namun seketika suga kembali tersenyum saat kaki tanpa alas
tersebut menginjak butiran – butiran pasir.
“
untuk
apa kau mengajakku kepantai?” seru Suga senang karna surprise sang
kekasih dia ketahui
“
mwo?
Darimana hyung tau?” tanya Jimin dengan wajah kagetnya, yaa walupun
suga tak bisa melihatnya
“
hey
bodoh, kau lupa aku tidak menggunakan sepatu ku eoh? Kau sendiri yang
bilang aku harus copot sepatu” jawab suga. Jimin hanya terkekeh
melihat tingkah pacarnya.
“
oke
baiklah, aku kalah. Tapi kau belum tau ada apa disini kan? Jadi
sekarang waktunya hyung mengetahuinya” jawab Jimin sambil
memposisikan dirinya di belakang Suga untuk melepas kain hitam
dimatanya. Setelah kain hitam tersebut terlepas, Suga membuka matanya
dan betapa terjekutnya dia mengetahui jika ini bukan di pantai, tapi
ini ...
“
Jimin
ini- “
“
iya
hyung, ini di cafe”
“
tapi
bagaimana bisa?” Suga tak menyangka bahwa cafe tempat biasanya
bersama Jimin seketika Jimin sulap mejadi sebuah pantai buatan dengan
lantai dipenuhi pasir putih dan juga kolam buatan. Hey untuk apa
namja ini melakukan hal seribet ini?
“
kau
suka hyung?” hanya itu yang keluar dari mulut Jimin setelah melihat
Suga yang begitu berbinar melihat sesuatu yang mustahil
“
Jimin?
Kemana pelanggan yang lain?” Suga mengernyitkan dahinya saat
menyadari bahwa hanya ada Jimin dan Suga disana
“
tidak
ada yang lain hyung, hanya kita berdua disini” Jimin menarik pelan
bahu Suga agar sejajar dengannya. Dia menatap lembut mata suga dan
itu membuat rona merah di pipi pucatnya. Oke satu hal yang harus
kalian tau, Suga paling tidak bisa jika ditatap berlama – lama,
apalagi oleh kekasihnya
“
yakkk,
berhenti menatapku seperti itu pabo” Suga menjitak kepala Jimin
“
aww
sakit hyung” rengek jimin yang dibuat – buat
“
biarin”
“
aish
kau ini, yasudah kita makan hyung. Nanti makanannya keburu dingin”
Jimin menarik pelan tangan Suga untuk duduk di bangku yang sudah
disiapkan oleh Jimin. Terdapat beberapa makanan yang hmmm enak
disana. Suga kembali terpana setelah mengetahui apa yang dilakukan
Jimin padanya. Namun dia tepis dengan perpura – pura bahwa saat ini
dia benar – benar lapar
“
wahhh
jimini~ kau tau saja aku belum makan” kata suga sambil mengambil
beberapa makanan disana dan melahapnya seperti orang kelaparan. Jimin
yang melihat hyung sekaligus pacarnya itu terkekeh melihat cara makan
Suga yang seperti anak kecil kelaparan, oh ayolah itu membuat Jimin
semakin gemas dan ingin menerkamnya saja.
“
Jimin,
kau tidak makan?” tanya suga dengan makanan yang masih ada
dimulutnya. Jimin tidak menjawab, tapi dia berdiri dari tempat
duduknya dan mendekatkan wajahnya ke arah Suga. Suga yang sedang
asyik menguyah dengan berat hati harus menelan makanan yang masih ada
dimulutnya tersebut. Wajah Jimin dan Suga semakin dekat yang membuat
mata Suga refleks tertutup dan bibir mereka bertemu. Jimin mencium
lembut bibir Suga, ciuman yang penuh cinta. Tangan kirinya menahan
tengkuk Suga agar ciuman mereka tidak lepas, dan tangan kanannya
menyentuh tangan kiri Suga dan memasukin sesuatu ke jari manis Suga.
Suga yang menyadari hal tersebut kembali terdiam. Jimin dengan berat
hati melepas ciuman mereka dan membuat Suga juga membuka matanya dan
menatap manik hitam Jimin.
“
hyung,
aku mencintaimu. Aku ingin kita menikah” Shock. Itu yang Suga
rasakan. Senang, sedih, takut semuanya bercampur jadi satu.
“
tapi
aku dan kamu belum-“
“
besok
aku akan menemuimu dengan appa, setelah itu aku akan datang ke
eommamu bersama appa untuk melamarmu secara resmi” Jimin memotong
perkataan Suga dengan mantap dan terlihat air mata bahagia mengalir
di pipi Suga.
Namun
tanpa suga sadari, tak jauh dari mereka berdua, seorang namja sedang
menahan tangisnya agar tak jatuh. Dia terus tersenyum saat menatap
senyum suga yang begitu bahagia. Namja itu adalah sahabat sang
kekasih sekaligus secret lover suga. Dia bahkan membantu jimin
melakukan hal seromantis ini. Ya, dia melakukan apapun untuk suga.
Orang yang sangat ia cintai
***
Suga
membuka pintu rumahnya dengan raut bahagia
“
aku
pul- “
“
hahaha
kau ini lucu sekali”
Suga
menghentikan ucapannya setelah dia mendengar ada seorang wanita
sedang tertawa. Suga terdiam beberapa saat lalu tersenyum bahagia.
Saat ini ibunya sudah mulai tersenyum. Ani, ralat!!! Saat ini ibunya
sudah mulai tertawa. Oh ayolah berapa lama dia tak mendengar sang
eomma tertawa? Suga melangkahkan kakinya ke sumber suara. Namun
langkah kakinya terhenti saat dia melihat sang eomma sedang duduk
berhadapan dengan seorang lelaki yang tidak suga kenal.
“
ehm-“
merasa terabaikan, suga akhirnya berdehem untuk menyadari
kehadirannya pada sang eomma. Kedua makhluk tersebut bersamaan
menoleh kearas sumber suara
“
oh
tuhan chagi, kau sudah pulang” sapa sang eomma sambil menghampiri
suga
“
ne
eomma” jawab suga sambil tersenyum
“
ahhh
kau pasti lelah, mau makan apa?”
“
eomma,
namja itu siapa?” bukannya menjawab pertanyaan sang eomma, suga
malah mengalihkan pembicaraan. Sang eomma menoleh kearah namja yang
dimaksud suga dan tersenyum lalu kembali menatap suga
“
biar
eomma kenalkan ne” jawab sang eomma lalu menarik lengan suga untuk
menghampiri namja yang usianya kira – kira 50 tahun itu
“
jisan,
perkenalkan ini Min Yoon Gi anakku” kata sang eomma
“
oh
jadi ini yang akan menjadi hyung anakku” jawab namja yang bernama
jisan tersenyum sambil tersenyum, yang dikenalkan hanya mengernyitkan
dahinya tidak mengerti “ halo yoongi, namaku Park Ji San. Calon
appamu”
***
“
maafkan
aku” sesal suga. Jimin hanya menghela nafasnya berat. Sebenarnya
dia bersyukur sekali karna suga membatalkan pertemuannya dengan sang
appa. Ya karna jiminpun harus melakukan sesuatu. Oke, jadi saat
pertemuan suga dengan jisan itu sang eomma mengatakan bahwa malam ini
mereka akan bertemu dengan calon adik suga dan juga membicarakan
rencana pernikahan sang eomma dengan lelaki bersama Pakr Ji San
tersebut.
“
baiklah.
Tidak apa hyung” jawab jimin akhirnya. Terlihat senyum mengembang
di bibir suga
“
uhhhh
jiminie~~ gomawo” kata suga sambil mencubit pipi jimin
“
yaakkk
hyung sakit” rengek jimin sambil memohon suga untuk melepaskan
cubitannya
“
karna
kau sudah mengijinkanku. Maka aku akan mengabulkan satu permintaanmu”
“
jinja?
Apapun?”
“
ne.
Apapun yang kau mau jimin”
Jimin
terlihat berpikir apa yang akan dia minta
“
hmm
baiklah, aku ingin kau menciumku sekarang”
PLETAK
“
awww
hyung appo” jimin meringis kesakitan saat mendapat jitakan dari
suga
“
suruh
siapa otakmu yadong” pout suga
“
kan
tadi kau bilang apapun”
“
aku
tau, tapi tidak ditempat seperti ini bodoh”
“
wahhh
benarkah? Kalau begitu ayo kita pulang ke apartmentku. Kita
melakukan-“
PLETAK
Sekali
lagi jimin mendapat jitakan gratis dari suga
“
aku
tidak mauuuuu” suga berteriak sambil meninggalkan jimin
“ yakkk hyung tapi ini juga kan kau yang bilang” teriak jimin tak mau kalah
“
tidak
untuk hal itu mesum” suga menjulurkan lidahnya ke arah jimin lalu
pergi meninggalkan jimin yang terus tersenyum kearah suga.
‘jimin,
eommaku sudah mendapatkan kembali kebahagiaannya, kumohon ijinkan aku
sekali saja. Aku janji setelah ini selesai aku akan menemui appamu
dan kalian berdua akan bertemu dengan eommaku’
‘
tidak
banyak yang ku pinta hyung. Aku hanya ingin kau menjadi milikku
seutuhnya’ jimin
‘terimakasih
jimin, kau sudah mau menjadi bagian dalam hidupku. Aku mencintaimu’
suga
***
Suga
sudah siap dengan celana panjang hitamnya dan kaos putih yang dibalut
jaket kulit hitam miliknya. Tak lupa dia mengenakan bannie hat
dikepalanya. Oke, yang terakhir adalah sepatu. Suga mengambil sepatu
kets hitam miliknya. Dan memasangkannya pada kakinya.
“
finish”
suga tersenyum setelah semua sudah beres
“
omona,
lihatlah anak eomma tampan sekali” yoonra menhampiri suga yang
sedang bercermin. Suga membalikan badannya kearah sang eomma.
“
dan
eomma juga yeoppo, ahhh ani. Eomma neomu yeoppo” kata suga sambil
menunjukkan senyum manisnya.
“
aishhh
kau ini sama seperti appamu saja. Kaja kita berangkat. Jisan bilang
dia sudah sampai dengan adikmu”
“
woahhh
benarkah? Kalau begitu ayo pergi, jangan sampai mereka menunggu kita
terlalu lama”
***
“
aku
ikut”
namja
yang sedang merapikan dasinya itu langsung melirik sang anak
“
appa
juga bilang apa, kau pasti tak akan menolak”
“
aku
tidak akan ikut jika pacarku tidak membatalkan pertemuan kita”
Oke,
jadi setelah kejadian dimana jimin melamar suga, jimin menunggu
gelisah sang appa karna dia akan mengatakan bahwa besok malam dia
akan mempertemukan pacarnya dengan sang appa. Namun jimin kesal karna
sang appa malah mengatakan terlebih dahulu akan bertemu dengan eomma
baru dan seorang hyung. Jimin sebenarnya senang, hanya saja momentnya
yang tidak tepat. Malam itu juga jimin mengatakan tak akan ikut dan
tetap akan mengenalkan sang pacar
“
mwo?
Pacarmu membatalkan pertemuan kita? Bagaimana bisa?”
“
dia
bilang ada urusan keluarga”
“
hmm
baiklah kalau begitu. Jimin cepat ganti bajumu. Kita akan segera
meluncur” jimin hanya mengangguk dan pergi kekamarnya untuk bersiap
– siap.
***
Suga
memarkirkan mobilnya di hotel lotte. Ya, yoonra dan jisan sudah
membuat janji bertemu di Pierre Gagnaire. Suga dan yoonrapun langsung
melangkahkan kakinya menuju Pierre Gagnaire dan menemukan jisan
sedang duduk santai sambil berbicara dengan seorang namja yang
membelakangi mereka. Senyum suga tiba –tiba memudar setelah semakin
dekat dia mengenal suara tersebut.
“
jisan”
yoonra memanggil jisan, dan jisan berdiri untuk menyambut yoonra dan
suga. Bersama dengan itu namja yang membelakangi yoonra dan suga
berdiri dan menampakkan wajah aslinya.
“
hay
yoonra, perkenalkan anakku. Park Jimin”
***
“
aku
akan mengatakannya pada appa”
“
tidak
jimin, jangan”
“
kenapa?
Kau ingin hubungan kita berakhir begitu saja?”
“
tidak
jimin, tapi sungguh aku tak ingin melihat lagi raut sedih di wajah
eommaku. Eomma bahagia disamping jisan”
“
dan
kau tak bahagia disampingku? Kau ingin melihat raut sedih diwajahku
hyung?” jimin memuncak. Dia benar – benar tidak habis pikir.
Kenapa kekasihnya lebih memilih kebahagiaan sang eomma daripada
dirinya?
“
jimin,
kumohon jangan seperti ini. Aku sungguh bingung. Aku tak tau harus
apa” sesuatu yang terbendung dimata suga akhirnya runtuh. Airmata
suga lolos begitu saja menelusuri pipi putih pucatnya. Jimin yang
melihat hal tersebut langsung memeluk sang kekasih
“
mianhae
hyung, jeongmal mianhae”
***
Hari
ini adalah hari dimana orangtua jimin dan suga menikah. Ya, jimin
akhirnya menuruti kemauan suga karna dia tak tega melihat sang pacar
menangis. Dia tak ingin suga menangis, dia hanya ingin suga
tersenyum. Namun dibalik persetujuannya itu jimin menyimpan sebuah
rencana. Rencana yang begitu kejam jika seseorang mengetahuinya.
Jimin meninggalkan gereja setelah peresmian pernikahan jisan dan
yoonra. Suga yang melihat hal itu bermaksud untuk mengejarnya namun
tangannya ditahan oleh seseorang
“
biar
aku saja hyung”
“
tapi-
“
“
kau
tetap disini untuk menjaga situasi. Jangan sampai orangtua kalian
curiga dnegan ketidakhadiran kalian disini”
Suga
mengangguk setuju dan namja tersebutpun pergi meninggalkan suga dan
para tamu undangan untuk mengejar seorang Park Ji Min
***
Jimin
tersenyum miris melihat goresan di batang pohon cherry disebuah taman
“
semuanya
sudah berakhir jimin”
Jimin
memiringkan senyumnya memperlihatkan smirknya
“
tidak,
semuanya belum berakhir”
“
jimin,
bangunlah dari mimpimu. Semuanya sudah berakhir hari ini. Kau tak
mungkin membunuh jisan ahjussi atau yoonra ahjumma kan untuk
mendapatkan yoongi hyung?”
“
jika
iya memangnya kenapa hah?” jimin memutar badannya menghadap orang
yang sedang ia ajak bicara “Apa pedulimu? Oh aku hampir lupa. Kau
kan sudah sejak lama mengincar suga hyung. Dan kau berpikir ini
adalah kesempatanmu untuk merebutnya dariku? Kau ingin merebut suga
hyung dariku hah? Ohhh kau bodoh sekali taehyung. Kau pikir aku akan
membiarkannya? Tidak akan pernah. Kau tak akan pernah bisa mengambil
suga hyung dariku. Dia milikku. Kau tak akan bisa merebutnya dariku”
BUK
Sebuah
pukulan berhasil mendarat di pipi cabi jimin
“
jaga
ucapanmu jimin? Sekarang siapa yang sudah merebut yoongi hah? Kau
atau aku? Dengar jimin. Aku lebih dulu dekat dengan yoongi hyung.
Tapi kau merebutnya dari ku. Kau pikir aku tidak sakit hah? Berpura –
pura tersenyum dan bahagia didepan kalian? Kau pikir bagaimana
rasanya menjadi diriku? Baiklah, jika kau ingin aku merebut yoongi
hyung. Aku akan merebutnya sekarang juga”
***
“
selamat
datang di rumah baru” jisan berseru setelah membuka rumahnya
“
jisan,
dimana jimin?” tanya yoonra yang tak melihat jimin menyambut
kedatangan mereka
“
ahhh
kau benar, kemana anak itu. Jimin dimana kau? Kenapa kau tak
menyambut eomma dan hyung mu hah?” sang appa berteriak. Dia tau
betul jika jam segini jimin sedang asyik tertidur
“
aishh,
berisik sekali. Yaaa aku turun” jawab jimin sambil tak rela
menuruni kasur kesayangannya tanpa ada niat untuk memakai atasannya.
Ya, kebiasan jimin adalah tidur tanpa mengenakan atasan.
Jimin
keluar dari kamarnya dan menuruni tangga menuju pintu ruang depan.
saat jimin menuruni tangga, suga dapat melihat jimin toples dan
menurut suga itu err- seksi. Suga menelan kasar ludahnya lalu
menggeleng cepat. Jimin yang melihat itu hanya mengeluarkan smirknya
“
yakk
anak bodoh. Apa yang kau lakukan hah? Cepat pakai bajumu. Tidak sopan
sekali” perintah jisan
“
aish
appa. Aku malas sekali kembali keatas” rengek jimin
“
sudahlah
tak apa jisan. Jimin terlihat seksi seperti itu” goda yoonra
“
omo
eomma gomawo” kata jimin akan memeluk sang eomma baru namun cepat
dihalangi oleh sang appa
“
tidak
boleh menyentuhnya, appa saja belum sama sekali menyentuhnya”
“
yak
apa yang kau katakan jisan” pipi yoonra seketika memerah
“
tidak
ada chagi. Baiklah jimin, kau antarkan hyungmu ke kamarnya ne”
“
siap
appa” kata jimin lalu mendekatkan diri kepada appanya dan
membisikkan sesuatu “ semoga malam ini kau sukses”
“
haha
tentu jimin, dan kau akan mendapatkan adik”
“
huwaaa
appa aku akan menunggu oke”
“
hey
apa yang kalian bicarakan” selidik yoonra
“
ahhh
tidak ada chagi, ja kita ke kamar. Kau pasti lelah” jisanpun
membawa yoonra menuju kamar mereka, dan tinggallah jimin dan suga
“
hay
hyung, selamat datang di rumahku” sapa jimin dengan tatapan yang
err- seksi lagi dimata suga. Suga kembali menelan ludahnya kasar “
kau kenapa hyung?” jimin mendekati suga dan suga memundurkan
langkahnya “hey, aku tak akan melakukan apapun hyung, tenanglah.
Aku hanya ingin membawakan kopermu, kau pasti lelah sekali membawa
koper sebesar ini” jimin mengambil koper suga dan berjalan menaiki
tangga “ hyung, kau mau istirahat atau menjadi patung selamat
datang dirumahku?” jimin menghentikan langkahnya saat menyadari
bahwa suga tak mengikuti langkahnya, dan sugapun membuntuti jimin.
Jimin
membuka pintu kamar disebelah kamarnya
“
kenapa
hyung tak masuk?” jimin menatap heran pada suga karna dia hanya
diam ditempat. Sugapun memasuki kamar barunya. Saat mereka sudah
didalam kamar, jimin menutup pintunya dan menguncinya. Suga yang
mendengar suara pintu dikunci itu langsung mengalihkan pandangan pada
jimin
“
jimin
kau mau ap-“
Belum
selesai bicara jimin langsung mencium bibir suga dengan kasar
“
jimmm
minnn eummmm” erang suga di sela – sela ciuman mereka. Suga terus
mendorong bahu jimin agar menjauh darinya, namun itu sia – sia
saja, bahkan sekarang jimin sudah menindih suga di atas kasur baru
suga. Dengan ganas jimin mencium bibir mungil suga dengan nafsunya.
Setelah bosan dengan bibirnya, jimin berpindah ke leher suga.
“
jimin,
jangan ahhh lakukanhhh ituhhhh ku mohonnnn” erang suga memohon.
Namun sepertinya jimin sudah dibakar nafsunya. Bukan menghentikannya,
jimin malah membuat tanda keunguan disana
“
jim
ahhhhh”
“
jimin,
yoongi cepat turun. Kita makan siang dulu” teriak jisan dari bawah
sana.
“
arghhhh”
jimin menghentikan aktifitasnya lalu menatap tajam suga “ baiklah,
kau selamat kali ini hyung. Tapi lain kali kau tak akan lolos dariku”
ancam jimin lalu mengecup bibir suga sekilas. Jimin bangun lalu
membuka kunci dan memutar knop pintu. Namun jimin membalikkan
badannya setelah pintu terbuka “ tutupi tanda ku hyung. Yaa kalo
kau tak ingin hubungan appaku dan eommamu berakhir sekarang” jimin
memperlihatkan smirknya lalu menghilang dibalik pintu. Suga yang
mendengar hal tersebut langsung bangun dan menghadap cermin. Ya,
tanda keunguan milik jimin terlihat jelas disana
“
ahhh
shit” suga mengajak surai caramelnya bingung akan melakukan apa.
Jimin
duduk di depan jisan dan yoonra
“
hey
dimana yoongi?”
“
suga
hyung bilang dia mau ganti pakaian dulu”
“
suga
hyung?” seketika wajah jimin menegang
“
hmm
mian eomma, aku memanggil yoongi hyung dengan sebutan suga. Habis dia
manis sekali seperti gula” yoonra tersenyum
“
kau
cepat sekali akrab dengan yoongi”
“
tentu
saja eomma. Kapan lagi aku memiliki hyung semanis suga hyung”
semuanya tertawa kecil dan datanglah suga yang duduk disamping jimin.
Ya karna memang tak ada tempat lain selain disamping jimin
“
yoongi,
kenapa lehermu? Kenapa kau mengenakan pelster?” yoonra yang melihat
plester dileher yoongi langsung khawatir
“
ah
ini bukan apa – apa eomma. Aku tak sengaja menggoreskan kuku
panjangku ke leher dan itu sedikit berdarah” bohong suga
“
aish
sudah eomma katakan kau harus memotong kukumu”
“
ne
eomma, aku akan memotong kukuku” jawab suga
“
ahhh
baiklah, mungkin appa ada sedikit pemberitahuan untuk kalian sebelum
kita memulai makan siang”
“
apa
itu appa?” tanya jimin
“
appa
kembali ditugaskan ke busan jimin. Kabar baiknya, kita tak akan
pindah karna aku hanya sebulan disana. Dan aku akan meninggalkan
kalian berdua disini dan hanya pergi dengan yoonra”
“
woahhh
benarkah itu? Kapan kalian pergi?” tanya jimin antusias
“
kita
pergi besok pagi. Yoongi, maukah kau menjaga jimin disini?” tanya
jisan pada suga.
“
ne?”
suga yang mendapat pertanyaan merasa kaget karna ada hal lain yang ia
pikirkan. Jika mereka tak ada dirumah, otomatis hanya akan ada jimin
dan suga disini, dan itu akan membuat jimin semakin berani melakukan
hal apapun pada dirinya.
“
ya,
kau mau kan menjaga jimin disini?” tanya jisan kembali
“
oh
tentu appa, aku akan menjaganya” jawab suga dengan senyum yang
dipaksakan. Yoonra dapat melihat hal itu. Ya, dia tau jika anaknya
sedang gelisah
***
Suga
berdiri di depan kaca kamarnya. Memandang kosong pemandangan malam
yang sebenarnya tidak buruk. Terdengar suara pintu dibuka dan
dikunci. Suga yang mendengarkan langsung menoleh kearah pintu dan
mendapati Jimin sudah berada disana
“
jimin,
mau apa kau?” tanya Suga sedikit takut, namun tak diperlihatkan
olehnya
“
aku,
hanya ingin bersenang senang denganmu. Ahhh ani, maksudku melanjutkan
kesenangan kita yang tadi siang tertunda” jawab Jimin dengan smirk
diwajahnya
“
jangan
jimin, jangan lakukan itu” jawab Suga sambil memundurkan langkahnya
saat Jimin mencoba menepis jarak diantara mereka. Namun sepertinya
Suga kalah cepat dengan Jimin. Saat Suga akan menghindar, dengan
cepat lengan Suga ditarik keras oleh Jimin dan itu membuat tubuh Suga
terhempas diatas kasur
“
arrgghhh”
Suga mengerang kesakitan saat tubuhnya terhempas keras keatas kasur.
Dengan cepat Jimin menindih Suga dan kembali memeprlihatkan smirk
diwajahnya.
“
aku
mencintaimu hyung, jeongmal saranghaeyo” ucapan tulus Jimin keluar
dari mulutnya dan kemudian mendekatkan bibir mereka, mencoba untuk
menikmati bibir manis Suga
Tok
Tok Tok
“
sial”
Jimin kembali menggerutu saat dia kembali gagal untuk ‘menikmati’
orang yang dia cinta. Jimin turun dari tubuh Suga dan berjalan menuju
arah pintu. Dia memutar kunci dan membuka pintu kamar dan nampaklah
Yoon Ra disana
“
jimin?
Apa yang kau lakukan didalam?” tanya Yoon Ra heran
“
ahhh
eomma, itu ... tadi ... tadi saat aku melewati kamar Suga hyung, aku
mendengar dia menangis. Lalu aku mencoba memeriksa keadaannya, dan
dia sangat ketakutan sekali. Tapi setelah itu dia memintaku untuk
menemaninya dan mengunci pintu” bohong Jimin. Terlihat raut wajah
gelisah Yoon Ra. Diapun masuk ke kamar Suga dan melihat Suga terduduk
diatas ranjang dengan wajah ketakutannya.
“
Yoongi-ah
gwaenchana?” tanya Yoon Ra sambil memeluk Suga, Suga hanya menjawab
dengan anggukan kepalanya saja
“
gwaenchana,
eomma disini untuk menemanimu tidur ne”
Jimin
yang melihat kejadian tak terduganya meresa heran,
‘memangnya
ada apa dengan Suga hyung? Dan kenapa Yoon Ra eomma sangat
mengkhawatirkannya? Padahal aku tadikan bohong’
***
“
appa
berangkat dulu ne” Jisan berkata
“
ne,
kalian hati – hati lah” jawab Jimin. Saat ini mereka sudah berada
di airport untuk pergi meninggalkan Jimin dan Suga. Namun sepertinya
Suga tak ingin ditinggalkan sang eomma, tangannya terus melingkar
erat dilengan eommanya
“
Yoongi,
eomma tak lama pergi. Jangan seperti ini ne, dan sekarang kau tidak
sendirian. Ada Jimin yang menemanimu” tenang Yoon Ra. Suga hanya
menundukan kepalanya tak menjawab perkataan sang eomma. Suga mengutuk
dirinya sendiri yang tak bisa berkata jujur. Dia terlalu takut untuk
ditinggalkan hanya berdua degan Jimin. Saat masih ada sang eomma,
Jimin berani melakukan hal – hal diluar dugaannya. Dan sekarang
mereka ditinggalkan hanya berdua? Apa yang akan terjadi nanti
“
Jimin-ah,
aku harap kau mau menjaga Yoongi”
“
siap
eomma, aku akan menjaganya” jawab Jimin semangat.
‘penumpang
pesawat jurusan Busan harap segera ceck in dikarenakan 10 menit lagi
pesawat akan berangkat’
Terdengar
info untuk pesawat yang ditumpangi Yoon Ra dan Jisan. Dengan berat
hati Suga harus melepas genggaman tangannya dan pasrah dengan apa
yang akan terjadi padanya nanti
“
aku
mencintaimu eomma” kata Suga
“
eomma
juga sayang” Yoon Ra mencium kening Suga sebelum dia benar –
benar pergi meninggalkannya bersama Jimin
“
yaampun,
mengharukan sekali” kata Jimin “ hey, hyung. Sampai kapan kau
berdiri seperti itu? Kau tak ingin pulang?” merasa tak ada jawaban,
Jimin bertanya dengan harapan ada sebuah kata keluar dari mulut Suga
“
ne,
kajja kita pulang” akhirnya apa yang Jimin harapkan terkabulkan.
Dia begitu senang ucapannya mendapat respon.
“
ne,
kajja” ajak Jimin girang sambil melingkari tangannya dilengan Suga
dan membawanya ke parkiran mobil
“
Jimin
... “ Suga yang merasa tidak nyaman mencoba meloloskan lengannya
dari genggaman tangan Jimin
“
wae
hyung? Kau tidak nyaman? Mianhae” kata Jimin menyesal lalu melepas
genggamannya dengan sangat tidak rela. Suga melihat bahwa Jimin benar
– benar ingin memeluknya. Wajahnya saat ini berbeda dengan kemarin.
Oh tuhan apa Suga terlalu jahat pada Jimin? Tapi bagaimanapun Suga
harus menjaga jarak dengan Jimin.
Suga
dan Jimin sudah berada didalam mobil dengan Jimin yang
mengendarainya. Suasana begitu sepi, tak ada yang berbicara dan hanya
fokus pada pikiran masing – masing.
“
kau
tak lapar hyung?” Jimin yang mulai bosan akhirnya membuka
percakapan
“
hmm
... “ Suga mencoba merasakan perutnya dan dia merasa perih “ aku,
lapar Jimin” jawab Suga
“
bagaimana
jika kita makan dulu sebelum sampai kerumah?”
“
makan?
Dimana?”
Jimin
tak menjawab, dia hanya menunjukan senyum manisnya dan Suga hanya
mengernyitkan dahinya tak mengerti
***
Jimin
memarkirkan mobilnya didepan sebuah cafe, cafe yang sangat Suga kenal
“
Jimin,
kita untuk apa kesini?”
“
makan.
Bukankah hyung lapar?” oke Jimin, sepertinya kau harus memeriksa
otakmu. Maksud Suga adalah kenapa kau membawanya kemari? Ke cafe
dimana kau melamarnya? Jimin menoleh kearah Suga dan tersenyum “
kita sudah lama tidak kesini, tak apa kan hyung jika kita masih tetap
ketempat ini walau kita sudah tak ada hubungan apa – apa?”
terlihat wajah memohon Jimin. Ohh shittt sekali lagi Suga merasa
bersalah. Dia benar – benar tida bisa berpikir saat mendapati
perlakuan manis Jimin kembali didapatinya? Bagaimanapun bukan hanya
Jimin yang merindukan Suga, tapi Suga pun merindukan Jimin. Sangat
merindukan Jimin.
Suga
mengangguk menyetujui permintaan Jimin dan Jimin tersenyum bahagia
“
gomawo
hyung”
Jimin
dan Suga keluar dari mobil dan memasuki cafe tersenyum. Namun tanpa
mereka ketahui bahwa sahabat – sahabatnya sudah ada didalam
menunggu mereka kembali untuk berkumpul seperti dulu
“
hey
lihat, itu Suga hyung dan Jimin hyung” teriak suara Jungkook
disana. Semua menoleh
“
woaaa
mereka kembali” teriak Rapmon.
“
kau
merencanakan ini?” tanya Suga pada Jimin
“
sungguh
aku tak tau hyung” jawab Jimin jujur
“
lalu
siapa?” Suga dan Jimin melihat kearah teman – temannya dan
terlihatlah orang yang sangat dekat dengan mereka
“
V”
kata Suga dan Jimin bersamaan
“
kalian
apa kabar?” tanya Jin saat Suga dan Jimin sudah duduk
“
kabar
ku baik” jawab Suga
“
aku?
Hey, sejak kapan kau hanya mengatakan Ku?” tanya Jhope heran
sekaligus meledek. Yaaa biasanya mereka mengatakan kata ‘kami’
bukan ‘ku’ atau ‘aku’
“
oh
ayolah, jangan berpura – pura tidak tau” jengah Jimin
“
hmm
.. pura – pura apa Jim?” tanya Jin hati – hati
“
aku
tau, V sudah menceritakan semuanya” jawab Jimin. Semua terdiam dan
terlihat Suga menundukan kepalanya. Dan V sendiri hanya dapat
menunjukan wajah polosnya yang seakan mengatakan ‘ya memang aku,
aku minta maaf’
“
jimin
... “
“
aku
baik – baik saja. Kami baik – baik saja. Ini permintaan Suga
hyung, permintan orang yang sangat aku sayang. Aku tak bisa
menolaknya” terlihat Jimin membendung airmatanya, sedangkan Suga
sudah meneteskan airmatanya.
“
hyung,
kau menangis?” Jungkook yang ada disamping Suga langsung menyadari
isakan sang hyung
“
apa
aku jahat?” tanya Suga dengan masih menundukan kepalanya “ apa
aku terlalu jahat? Atau sangat jahat?” kali ini Suga mengangkat
kepalanya dan memperlihatkan tangisannya
“
hyung
... “ jimin yang tak menyangka hanya sedikit panik saat melihat
suga menangis
“
jika
kau tersiksa, aku akan pergi jimin” itulah kalimat terakhir suga
sebelum dia benar – benar pergi berlari meninggalkan teman –
temannya termasuk jimin
***
Suga
terus berlari tanpa tau akan kemana kakinya melangkah. Hingga dia
merasa lelah dan duduk disebuah gedung yang ntahlah itu gedung apa.
Gedung tua yang sudah sangat tidak terawat dan mungkin sangat cocok
jika mengadakan shooting film horor disana.
“
hah
.. hah .. hah” Suga mencoba menetralkan nafasnya sambil memejamkan
matanya
“
hay
manis, kita bertemu kembali” samar – samar terdengar seseorang
berbicara didepan Suga. Suga membuka matanya perlahan dan mendapatkan
sosok namja paruh baya berada di depannya.
“
kau
... “ Suga tercengang saat mengetahui siapa namja tersebut.
“
hey
sabar manis, aku tak akan melukaimu. Sungguh” namja tersebut
membelai pipi Suga
“
jangan
sentuh aku keparat” Suga menepis tangan sang namja
“
ck
.. “ sang namja hanya memiringkan senyumnya memeprlihatkan smirknya
“ kau tak berubah dari dulu eoh” sang namja menatap tajam ke arah
Suga. Suga yang ketakutan mencoba untuk menghindari tatapan itu
dengan memejamkan matanya.
“
aaaaaa
.. hentikan ahjussi kumohon hiks hiks hiks” bukan ketenangan yang
Suga dapatkan saat menutup matanya. Dia justru mengingat tatapan
tajam itu. Tatapan yang membunuh sang appa dan juga memperkosa
dirinya.
“
hentikan?
Apa yang harsu aku hentikan hmm?” sang namja hanya memperlihatkan
smirknya sambil menelusuri tubuh putih yoongi. “ kau semakin sexy
yoongi-ya “ namja tersebut meletakkan tangannya di paha Suga dan
membelainya lembut
PLAK
Dengan
refleks Suga menampar sang namja dan berdiri mencoba untuk kabur.
Namun langkahnya terlalu lamban karan namja yang dipanggil ahjussi
tersebut malah menahan kakiny hingga Suga terjatuh.
“
arrghhh”
erang Suga kesakitan
“
kau
mau kemana manis? Kau ingin pergi? Bukankah kau sendiri yang
mendatangiku kemari? Jadi aku rasa kau harus bertanggungjawab sebelum
kau pergi hahahaha “ namja tersebut membalikan tubuh yoongi dan
langsung mencium nafsu bibr yoongi
“
eummmpphhh
ah .. juss ... shi “ erangan yoongi tertahan saat bibirnya di gigit
kasar oleh namja tersebut. Yoongi mencoba melawan dengan terus
mendorong bahu namja tesebut, namun tak berhasil, justru ciumannya
semakin liar.
Saat
sang namja sedang menikmati leher putih Suga, tiba – tiba seseorang
menariknya bangun dan membalikkan badannya dan
BUK
Pukulan
keras mendarah di pipinya hingga dia terjungkai jauh dari hadapannya.
Suga
yang merasa ada yang menyelamatkan langsung membuka matanya dan
melihat wajah sang penyelamat. Suga tersenyum lalu memelukknya
“
Jimin”
Suga memeluk erat tubuh Jimin dan menangis di bahunya. Sedangkan
namja yang dipukul oleh Jimin hanya menyeka darah yang keluar dari
sudut bibirnya
“
wahhh
aku lupa kau sudah besar dan memiliki seorang pacar” namja tersebut
kembali memeprlihatkan smirknya.
“
jangan
pernah menyentuh kekasihnya bajingan” Jimin sudah dibuat marah
dipuncaknya. Bagaimana bisa dia tak marah melihat kekasihnya, ahh
maaf diralat. Melihat seseorang yang sangat ia cintai disetubuhi oleh
namja lain? Rasanya Jimin ingin membunuh namja tersebut jika Suga tak
memeluknya erat
“
Jimin
apa kau baik – baik saja?” terdengar suara seseorang menghampiri
dan Suga melihat Taehyung disana
“
pergilah
ke Taehyung, aku akan mengurusnya” bisik Jimin
“
tapi
jim .. “
“
cepat
hyung. Taehyung bawa Suga pergi” teriak Jimin. Taehyung hanya
menganggukan kepalannya dan membawa Suga melepas pelukannya
“
Tae
.. “ Suga mencoba menolak
“
tenang
hyung, aku sudah menelpon polisi dan mereka akan segera kemari”
Taehyung terus membawa Suga pergi walau tatapan Suga tak pernah lepas
dari Jimin
“
wow
nyalimu besar sekali anak muda. Siapa namamu?” tanya namja tersebut
“
namaku
Park Ji Min”
“
ohhh
Park Ji Min. Apa yang kau mau dari ku hah? Bukankah, kau sudah
mengambil kembali kekasih bodohmu itu?” namja tersebut terus
mendekat kearah Jimin.
“
dia
tidak bodoh, tapi kau yang bodoh”
“
ck
.. kenapa kau begitu marah padaku hah? Tunggu, apa kau belum pernah
menyentuhnya? Wahhh benarkah itu? Kasian sekali kau ya hahaha”
Jimin yang mendengarkan hal itu benar – benar sudah tidak tahan.
Tangannya sudah dia kepal erat – erat untuk memukul namja tersebut
“ kau tau, rasanya saat menyentuhnya itu nik .. “
BUK
Sebelum
namja itu menyelesaikan perkataannya, Jimin sudah melayangkan
tinjunya dan tepat pada sasaran. Dagu namja tersebut.
Tiba
– tiba terdengar sirene polisi dan Jimin akhirnya tersenyum puas
“
selamat
menikmati sisa hidupmu di penjara” kata Jimin sambil membalikkan
badannya bermaksud meninggalkan namja yang sudah tak berdaya
tersebut. Namun tanpa Jimin ketahui, sang namja sudah memegang
pistolnya dan menembakkan peluru kearah Jimin. Suga yang melihat hal
itu sontak berteriak ke arahnya
“
JIMIN
AWAS!!!” Jimin yang mendapatkan peringatan kehati – hatian dari
Suga langsung membalikkan badannya dan peluru tersebut tembus pada
perutnya
“
JIMINNNNNNNNN”
***
Jimin
mengerjapkan matanya untuk membuat sang mata menerima cahaya cahaya
masuk ke retina matanya.
“
arrggghhh
“ Jimin merasakan kesakitan saat menggerakkan tubuhnya. Suga yang
tidur disamping Jimin dan merasakan pergerakan Jimin, Suga langsung
bangkit dan melihat kondisi Jimin
“
Jimin,
kau sudah bangun? Dokter bilang kau tak boleh banyak bergerak dulu.
Kau perlu apa? Biar hyung ambilkan?” Tawar Suga. Jimin tersenyum
mendapatkan kembali perlakuan manis Suga.
“
tidak
hyung, aku hanya ingin kamu” jawab Jimin mantap sambil tersenyum
kearah Suga. Suga yang merasa dibutuhkan, langsung tersenyum malu ke
arah Jimin dan menggenggam tangan Jimin
“
hyung
akan selalu berada disini Jimin”
***
Sudah
satu minggu Jimin dirumah sakit dan keadaannya membaik bahkan sangat
baik.
“
yaaaa
akhirnya aku pulang” Jimin loncat – loncat kegirangan saat dia
tiba dirumah.
“
yaakkk
Jimini~ jangan loncat – loncat seperti itu. Lukamu belum kering dan
masih basah” teriak Suga
“
hehe
mian hyung, aku terlalu senang pulang dan dirumah sakit itu sungguh
sangat membosankan” jawab Jimin. Suga hanya menggelengkan kepala
heran dengan tingkah kekanak – kanakan Jimin. Suga membawa koper
Jimin ke tangga untuk dia bereskan di kamar Jimin.
“
kau
mau kemana hyung?” tanya Jimin
“
membereskan
bajumu” teriak Suga tanpa menoleh kearah Jimin.
“
aku
ikut” jawab Jimin yang langsung menyusul sang hyung.
Saat
sampai dikamar Jimin, Suga langsung membuka lemari dan koper Jimin
lalu mebereskannya.
Saat
sedang sibuk membereskannya, tiba – tiba sebuah tangan melingkar di
perut Suga.
“
Jim
.. “ Suga yang mengetahui bahwa Jimin memeluknya, mencoba untuk
melepaskan pelukannya.
“
ssstttt
biarkan seperti ini hyung, sebentar saja ku mohon” Jimin terus
memeluk erat tubuh Suga. Begitu nyaman dan penuh kasih sayang. Namun
pelukan ini lebih terasa seperti pelukan rindu. Ya, Suga
merasakannya. Merasakan rindu Jimin padanya. Suga hanya bisa
menikmati pelukan Jimin tanpa ada niat untuk mengakhirinya. Karna
jujur, Suga juga sangat merindukan Jimin. Jimin masih setia memeluk
Suga dan sekarang ditambah Jimin mencium tengkuk Suga
“
jimin
.. “ suara lembut Suga terdengar begitu sexy ditelinga Jimin hingga
dia ingin melakukkannya lebih. Jimin terus mengecup tengkuk Suga dan
beralih ke telinga Suga. Suga hanya bisa memejamkan matanya dan
menggigit bibir bawahnya untuk menahan desahannya agar tidak keluar.
“
hyung,
maukah kau tidur denganku?” nafas Jimin begitu terasa ditelinga
Suga saat Jimin berbicara tepat ditelinganya dan membuat desahannya
lolos
“
ahhhhh”
Jimin yang mendengarkan desahan Suga langsung tersenyum dan membawa
Suga tidur dikasurnya.
“
aku
akan membuatmu nyaman hyung, aku janji. Kau tak akan pernah bisa
menolakku lagi” ucap Jimin sebelum dia benar benar menikmati tubuh
Suga dan membuat Suga terus mengerang keenakan.
***
Suga
mengerjap – ngerjapkan kelopak matanya setelah tidur beberapa jam
“
eunghh~”
sebuah lenguhan terdengar saat Suga hendak beranjak dari ranjang.
Suga melihat sebuah tangan masih setia melingkar dipinggang Suga.
“
Jimin,
aku harus mandi eoh” Suga mencoba menyingkirkan tangan Jimin dari
tubuhnya namun tidak berhasil
“
jim
.. “
“
kita
mandi bersama hyung” sebelum Suga melayangkan protesnya, Jimin
segera memeluk erat tubuh Suga dan memotong perkataan Suga
***
Suga
dan Jimin turun dari mobilnya menuju ke kampus mereka. Semua
pandangan tertuju pada mereka. Bukan apa, tapi mereka kembali seperti
biasa. Bercanda bersama, bergandengan tangan (tolong baca Jimin yang
terus menggenggam tangan Suga) bahkan Jimin berani mencium Suga tanpa
ada penolakan dari sang empu.
“
Taehyung-ah
apa aku tidak salah lihat” Taehyung yang merasa dipanggil akhirnya
meletakan buku yang ia baca.
“
memangnya
kau melihat apa hobie hyung?” tanya Taehyung kepada namja yang
dipanggil hobie hyung tersebut.
“
itu
Jimin dan Suga? Benarkah? Coba pukul aku Tae jika aku salah lihat”
jawab Hoseok sambil menunjuk ke arah 2 namja yang sedang terlihat
saling jatuh cinta. Taehyung menelusuri telunjuk Hoseok untuk melihat
apa yang hyungnya lihat. Dan betapa terkagetnya Taehyung saat melihat
apa yng hyungnya lihat.
Jimin
dan Suga yang melihat Taehyung dan Hoseok yang sedang duduk di bangku
taman langsung menghampiri mereka berdua.
“
hay
apa yang kalian lakukan disini?” tanya jimin pada Taehyung dan
Hoseok lalu meminum jus jeruk entah milik siapa
“
yakkk
jimin, mintalah sebelum kau minum” kata Suga sambil menjitak kepala
Jimin
“
aish
maaf hyung, aku haus. Oke baiklah ntah ini punya kau atau Hobie
hyung, terimakasih atas Jus ya” kata Jimin dengan suara dibuat
seimut mungkin.
“
oh
ya sedang apa kalian disini?” tanga Suga
“
ahh
kami hanya bersantai saja” jawab Hoseok yang mendapat anggukan dari
Suga
“
lalu
yang lain?”
“
mereka
sudah kekelas duluan tadi”
“
ahhh
begitu eoh. Hmm Jimin sepertinya aku juga harus kekelas. Aku duluan
ne, bye” Suga melambaikan tangan kearah ketiga makhluk yang
dikenalnya.
“
jimin,
apa yang terjadi? Kenapa kau bisa seakrab itu dengan Suga hyung?”
taehyung yang sudah penasaran tak bisa lagi membiarkan dirinya mati
penasaran. Dia langsung to the point ke Jimin. Jimin yang merasa
dipanggil dan ditanya hanya menatap heran kearah Taehyung sahabatnya.
“
eoh?
Tidak terjadi apa apa eoh. Aku dan Suga hyung tidak ada apa – apa.
Apa salah seorang namdongsaeng dan hyung seakrab itu?”
“
tidak
Jimin! Itu bukan prilaku hyung dan namdongsaeng, tapi itu prilaku
pasangan kekasih” telak Hoseok
“
benarkah?”
jawab Jimin antusias dan tersneyum – senyum sendiri
***
Sudah
hampir satu bulan lebih Suga dan Jimin ditinggal oleh Jisan dan
Yoonra
“ huft
eomma kapan pulang” kata Suga sambil mempoutkan bibirnya. Jimin
yang gemas akan tingkah Suga langsung mengecup bibir Suga yang
dipoutkan.
“ memangnya
kenapa hmm? Kan ada aku yang menemani hyung” jawab Jimin sambil
memasukan cemilan kemulutnya dan menguyahnya.
Saat
ini mereka sedang diruang tengah dengan sura televisi yang entah
menanyangkan berita atau drama apa, Suga dan Jimin tidak peduli.
Mereka hanya memakan cemilan mereka dengan wajah bosan ya.
“ uhhhh
Jimin aku benar – benar bosan” Suga yang sudah tak tahan dengan
kebosanannya hari ini, langsung meledakkan isi hati yang sebenarnya.
“ aku
pun hyung. Apa yang akan kita lakukan sekarang?” timpal Jimin,
terlihat Suga sedang berpikir dan tak lama tersneyum
“ ahhh
Jimin kita main di taman saja yuk” kata Suga semangat
“ ahhhh
panas hyung~” rengek Jimin
“ lalu
kita mau apa?” jawab Suga. Terlihat mereka berdua berpikir keras.
Tidak bukan mereka tapi hanya Suga yang memikirkannya. Lalu apa yang
Jimin pikirkan? Hmm baiklah, aku rasa kalian bisa menebaknya. Saat
ini Jimin sedang memikirkan betapa enaknya kembali berada di atas
Suga. Ahhh tolong salah satu dari kalian pulihkan pikiran Jimin dari
otak mesumnya. Oke Jimin tau jika Jimin mengajak langsung Suga, Suga
akan menolak mentah mentah seperti yang terjadi minggu kemarin yang
membuat semua barang barang milik Jimin hancur karna Suga mengamuk di
paksa Jimin. Dan Jimin tak ingin jika barang barang rumah bernasib
sama seperti barang miliknya. Jimin terlihat berpikir bagaimana
caranya agar Suga mau tidur kembali dengannya.
Setelah
beberapa menit, Jimin akhirnya mengeluarkan smirknya. Kalian pasti
sudah tau apa yang terjadi. Ya, Jimin menemukan jalan keluar agar
sang hyung mau tidur lagi dengan ya.
“ hyung”
kata Jimin
“ hmm”
terdengar Suga menjawab dengan malas karna tak tau harus bagaimana
cara melawan kebosanannya
“ aku
punya ide agar kita tak bosan” jawab Jimin
“ benarkah?
Apa itu?” Suga yang tadinya sudah tak berdaya(?) langsung bangkit
saat Jimin mengatakan memiliki ide untuk melawan kebosanan mereka
“ bagaimana
jika kita bermain True or Dare?” jawab Jimin mantap. Terlihat Suga
berpikir, ya biasanya mereka bersama dengan sahabat – sahabatnya
yang lain melakukan hal ini jika mereka bosan
“ hmm
boleh juga” Suga mengiyakan ajakan Jimin tanpa berpikir negative
sekalianpun. Oh ayo kawan tolong ingatkan Suga, jika permainan ini
sudah selesai maka Suga harus membunuhnya.
“ baiklah,
agar adil kita bermain gunting batu kertas dulu untuk mengetahui
siapa yang akan duluan bermain. Yang kalah main duluan” jawab Jimin
semangat
“ baiklah”
jawab Suga semangat juga. Merekapun memulai gunting batu kertas
dengan hasil Suga gunting dan Jimin kertas.
“ yaaaaa
kau kalah Jimin, kau mulai duluan oke” kata Suga semangat
“ ahhhh
aku kalah. Baiklah aku memilih True” jawab Jimin
“ hmm
oke, sebentar” jawab Suga sambil berpikir. Apa yang harus diketahui
dari si bantet sexy ini?
“ hmm
Jimin-ah, apa kau sedang jatuh cinta?” tanya Suga penuh
kehati-hatian.
“ mwo?”
Jimin yang mendapatkan pertanyaan tersebut terkaget lalu dia
memikirkan perkataan apa yang akan dilontarkan kepada mantan
kekasihnya ini “ hmm, ya hyung. Aku sedang jatuh cinta” jawab
Jimin semangat. Mendengar hal itu, ntah mengapa hati Suga merasa
sakit. Namun bukan Suga jika dia tak pernah bisa menyembunyikan
perasaannya yang sebenarnya. Hanya Jimin yang tau apa yang Suga
rasakan saat ini.
“ baiklah,
True sudah selesai. Jadi sekarang giliran kau hyung. Kau memilih True
or Dare?” tanya Jimin
“ aku
memilih dare” jawab Suga yang membuat Jimin tersenyum penuh
kemenangan.
“ hmm
baiklah, Dare yaa~” Jimin berpura-pura berpikir sampai dia bangun
dari duduknya dan mengelilingi sofa yang mereka dudukin sampai dia
berada di belakang Suga dan mendekatkan mulutnya ketelinga Suga. “
aku ingin kau berada dibawahku hyung” Jimin dengan sengaja
menghembuskan nafas tepat ditelinga Suga, membuat Suga bergidik. Suga
benar – benar mengutuk dirinya, kenapa dia sampai tak berpikiran
kearah sana? Oh ayolah Min Yoon Gi. Park Ji Min tetaplah seorang
bantet playboy “ ayo hyung, aku sudah tak sabar” Jimin menarik –
narik tangan Suga. Suga yang kalah harus sportif dalam menjalankan
hukumannya. Namun Suga berjanji dalam hatinya akan memukul Jimin
setelah Darenya dia selesai.
***
Yoonra
dan Jisan sudah sampai di depan rumah mereka. Yaa, mereka pulang
tanpa memberitahu Jimin dan Suga karna ingin memberikan kejutan
kepada kedua anak mereka. Yoonra membuka pintu dan terlihat tak ada
siapa siapa disana. Hanya suara televisi yang memperlihatkan sebuah
berita dan beberapa cemilan yang sudah kosong. Yoonra tersneyum
melihat hal itu. Karna itu berarti anaknya berada dirumah.
“ chagi
aku ingin bertemu Suga dulu ne” kata Yoonra kepada Jisan yang
sedang sibuk menarik koper miliknya dan milik Yoonra
“ tentu
chagi. Tapi jangan lama – lama ne. Kau harus istirahat.” Jawab
Jisan tersenyum
“ terimakasih
sayang” jawab Yoonra yang langsung menuju tangga untuk dinaikinya.
Saat
Yoonra sampai di depan pintu kamar Suga, dia pun bermaksud membuka
pintu kamarnya namun saat dia sudah memutar knop pintunya, Yoonra
berhenti karna dia mendengar suara desahan di balik pintu kamar
Jimin. Yoonra yang penasaran dengan apa yang terjadi didalam kamar
Jimin mengurungkan niatnya untuk membuka kamar Suga, dan sekarang
malah membuka pintu kamar Jimin. Saat knop pintu diputar dan pintu
dibuka, betapa terkejutnya Yoonra melihat Jimin sedang mencumbu Suga.
“ Ji
.. min .. Yoon .. gi “ Yoonra memegang dadanya sakit “
arrggghhhh”
Suga
yang melihat sang eomma berada diambang pintu dengan kesakitan
langsung mendorong keras tubuh Jimin dan langsung menghampiri sang
eomma
“ eommaaaaaaa,
eomma gwaenchana? Eomma bertahanlah, kita akan kerumah sakit
sekarang” Suga membopong tubuh Yoon Ra menuju ke dalam mobilnya
tanpa memperdulikan tubuhnya yang telanjang dada dan suara teriakan
Jisan.
***
Suga
terus menangis dalam dekapan Taehyung. Sedangkan Jimin duduk berada
sedikit jauh dari Taehyung dan Suga sambil terus mengacak rambutnya.
Lalu dimana Jisan? Jisan tentu ada disana. Dia sedang berjalan bolak
balik di depan pintu UGD dengan wajah gelisahnya. Tak lama pintu UGD
terbuka dan semua menghampiri sang dokter.
“ euisa
bagaimana keadaan istriku?” tanya Jisan
“ Ahjuma
bagaimana keadaan eomma” tanya Suga dengan nada gemetar karena
masih menangis
“ Yoongi,
ahjumma harus berbicara dengan kalian. Ja kita keruangan ahjumma”
Semuanya
berjalan mengikuti langkah sang dokter, sampai mereka masuk ke dalam
sebuah ruangan
“ duduklah”
titah sanga dokter. Suga dan Jisan duduk, sedangkan Jimin dan
taehyung berdiri di belakang mereka.
“ Yoongi,
kau ingat pesan ahjumma 2 tahun lalu? Setelah kecelakaan appamu dan
juga meninggalnya appamu, jangan pernah kau membuatnya kaget karena 2
tahun lalu hampir saja eommamu meninggal. Namun kau bersyukur karna
tuhan masih memberikan eommamu kesempatan untuk hidup kembali. Tapi
apa kau ingta point penting yang ahjumma katakan padamu 2 tahun yang
lalu?”
“ jika
penyakit jantungnya kumat, maka hanya bisa ditolong oleh seorang
pendonor jantung”
“ waktumu
hanya 1 minggu untuk mencari pendonor jantung tersebut. Jika kau tak
menemukannya, maka eommamu tak akan selamat”
Suga
terdiam dalam duduknya, sedangkan Jisan sudah bangun dari duduknya
dan menghampiri Jimin dan Taehyung.
BUK
Sebuah
pukulan keras melayang di pipi Jimin hingga dia tersungkur ke
dinding.
“ APPA”
teriak Suga saat mengetahui Jimin dipukul oleh Jisan lalu memeluk
tubuh Jimin
“ menyingkir
Yoongi, anak ini harus diberi pelajaran” teriak Jisan
“ tidak,
Jimin tidak salah. Jika memang dia salah, appa juga harus memukulku.
Karena aku juga penyebab eomma seperti ini” jelas Yoongi masih
dengan isakannya dan pelukan erat Jimin.
“ arrggghhhhh
terserah kalian” Jisan meremas rambutnya kasar lalu pergi
“ Yoongi,
Jimin. Kalian belum makan. Kita makan ne” ajak Taehyung
***
Suga
berlari kearah teman – temannya
“ Suga
hyung, wae?” Jungkook yang melihat sang hyungh berlari kearah
mereka menanyakan langsung apa ada dengannya
“ Jungkook,
apa Jimin datang kerumahmu?” tanya Suga, terlihat Jungkook berpikir
“ hmm
Jimin hyung sudah lama tidak datang kerumah” jawab Jungkook
seadanya. Terlihat raut kecewa di wajah Suga lalu melihat kearah yang
lain mencoba untuk mencari jawaban, namun mereka semua menggelengkan
kepalanya tanda bahwa Jimin tidak pernah datang lagi kerumah teman –
temannya
“ apa
terjadi sesuatu dengan kalian? Aku lihat 3 hari kemarin kalian biasa
biasa saja” tanya Jin penasaran.
“ Jimin
sudah tidak ada di rumah sudah 2 hari hyung. Aku mengkawatirkannya”
jawab Suga dengan nada cemas
“ hmm
kau tidak mencoba menanyakan kepada Taehyung. Mereka kan bersahabat
sejak kecil. Aku rasa Jimin datang kerumahnya” timpal Namjoon
“ ahhhh
Namjoon hyung benar” timpal Hoseok juga. Terlihat Suga berpikir
lalu mengangguk
“ terimakasih
bantuan kalian” kata Suga tersenyum lalu pergi
***
Tok
Tok Tok
Taehyung
membuka pintu rumahnya saat ada seseorang yang mengetuk pintu
rumahnya
“ Taehyung,
apa Jimin didalam?” Suga yang sudah tak tahan langsung masuk dan
mencari Jimin disetiap sudut rumah Taheyung.
“ hyung
.. “
“ Taehyung
dimana kau sembunyikan Jimin hah” Suga yang tak berhasil
mendapatkan sosok Jimin dirumah Taehyung langsung mengeluarkan
amarahnya dan menangis. Taehyung yang melihat hal ini langsung
memeluk erat Suga
“ sabar
hyung, Jimin pasti akan pulang. Tenanglah, dia akan pulang. Aku
berjanji padamu akan mencari Jimin dan menyuruhnya pulang” tenang
Taehyung yang mendapatkan anggukan dari kepala Suga.
***
Ini
adalah hari kelima setelah Yoonra masuk rumah sakit, namun dia belum
mendapatkan seorang pendonor. Padahal Jisan sudah membuat iklan
dengan hadiah yang sangat berlimpah untuk keluarga yang rela
memberikan salah satu jantung anggota keluarganya. Oh ayolah, siapa
yang akan mengorbankan keluarganya hanya karna sejumlah uang? Jika
ada, aku tidak tau apa yang keluarganya pikirkan.
“ Yoongi-ssi,
anda dipanggil oleh eusia Min” seorang perawat datang menghampiri
Suga yang sedang duduk dihadapan sang eomma
“ ahhh
nde? Gomawo, aku akan segera kesana” jawab Suga lembut dan sang
perawatmu pergi meninggalkannya.
“ eomma,
aku akan segera kembali nde” kata Suga sambil mencium tangan sang
eomma lalu pergi ke ruang euisa Min
“ ahjumma
memanggilku?” tanya Suga setelah dia masuk kedalam ruangan sang
dokter
“ ahhhh
Yoongi, kau datang juga” sambut dokter Min “ ahjumma ada kabar
gembira untukmu” sambung dokter Min
“ kabar
gembira? Apa itu?” tanya Suga penasaran
“ ada
seseorang yang akan mendonorkan jantungnya untuk eommamu” jawab
dokter Min
“ be-benarkah?
Ahjumma kau sedang tidak bercanda kan?” tegas Yoongi
“ hey,
untuk apa ahjumma bercanda dengan taruhan nyawa seseorang? Apalagi
nyawa itu adalah nyawa eonnieku” jawab ahjumma
“ oh
tuhan terimakasih” Yoongi langsung memeluk Min ahjumma yang
disambut oleh Min ahjumma
“ ahjumma,
boleh aku bertemu dengannya. Aku ingin mengucapkan terimakasih
kepadanya” kata Suga setelah melepas pelukan mereka.
“ maaf
chagi, ahjumma tak bisa memberitahumu. Dia meminta kami untuk
merahasiakan identitas samapi dia sudah mendonorkan jantungnya untuk
Yoonra eonnie” terlihat raut kecewa di wajah Suga. Bagaimanapun
Suga harus mengucapkan beribu ribu terimakasih telah mengorbannya
nyawanya untuk sang eomma.
***
Hari
ini adalah hari dimana Yoonra akan dioperasi setelah dia mendapatkan
donor jantung dari entah siapa. Dan terlihat disana ada Suga dan
Jisan menunggu di balik pintu ruang operasi. Yoongi dan Jisan terus
berdoa semoga operasi Yoonra lancar tanpa ada hambatan sedikitmu.
Namun ada hal lain yang ada di pikiran Suga. Sampai saat ini Jimin
belum bergabung bersama mereka, walau Suga sudah meminta Taheyung
untuk mencarinya dan menyuruhnya datang, sampai detik ini perasaan
khawatir masih menemani hati Suga
“ appa,
Jimin ada menghubungimu?” tanya Suga akhirnya. Jisan menoleh kearah
Suga
“ tidak,
nomornya masih tidak aktif setelah tadi pagi ku telpon. Apa dia
meneleponmu?” tanya Jisan balik yang mendapat gelengan dari Suga.
***
Setelah
hampir 1 jam, akhirnya lampu merah di atas pintu ruang operasi
berubah menjadi warna hijau yang berarti operasi sukses. Jisan yang
melihat langsung berdiri dan mencoba menyambut sang istri
“ Yoongi,
bangunlah operasinya selesai” Jisan yang melihat Suga masih
tertidur dikursinya langsung membangunkan Suga yang membuat Suga
kaget dan cepat cepat bangun untuk menyambut sang eomma
“ appa
operasinya berhasil?” tanya Suga yang mendapat anggukan dari Jisan.
Terlihat Suga menangis dan tersenyum. Dia benar – benar bahagia
sang eomma masih bisa hidup
‘aku
berjanji eomma akan menjagamu sampai akhir hayatku’ Suga
Pintu
terbuka dan keluarlah sebuah ranjang yang di tidurin oleh sang eomma
“ maaf,
Ny. Yoonra belum bisa diganggu” kata sang perawat sangat melihat
Jisan dan Yoongi menghampiri ranjang Yoonra.
Tak
lama setelah itu keluarlah ranjang kedua yang sudah pastia dalah si
pendonor. Namun betapa terkejutnya Yoongi saat melihat taehyung
keluar dari sana dan mendorong ranjang kedua
“ Taehyung,
apa yang kau lakukan?” kata Suga menghampiri taehyung. “ taheyung
jawab aku” Suga yang tak mendapat jawaban dari Taehyung mengguncang
tubuh Taehyung dan mengangkat dagunya yang sedari tadi menunduk.
Terlihatlah mata sembab Taehyung dan airmata yang masih setia
mengalir di pipinya “ taehyung, kau me-menangis?” tanya Suga yang
langsung mendapatkan pelukan dari Taehyung
“ hyung
hiks .. mi .. mianhae .. ak .. aku tidak bisa membawa Jimin pulang”
terang taehyung dengan suara paraunya. Suga sedikit bingung dengan
apa yang terjadi pada Taehyung. Berjanji akan mencari Jimin dan
menyuruhnya pulang, keluar dari ruang operasi Yoonra dan meminta maaf
tak menepati janjinya, jangan samapai apa yang Suga khawatirkan
terjadi. Suga mendorong Taehyung dan langsung membuka kain penutup
yang menutupi wajah sang pendonor dan betapa terkejutnya saat Suga
melihat bahwa wajah Jiminlah yang berada disini.
“ Taehyung
katakan bahwa aku salah lihat”
“ tidak
hyung”
“ katakan
jika aku salah melihat Taehyung
“ tidak
hyung”
“ KATAKAN
BRENGSEK”
BUK
Sebuah
pukulan berhasil mendarat di pipi Taehyung
“ arrrgggghhhh
jiminnnnnnnn hiks. KENAPA KAU MEMBIARKANNYA MELAKUKANNYA HAH? KENAPA
TAEHYUNG”
**FLASHBACK**
BUK
Taehyung
memukul pipi Jimin
“ jangan
pernah kau melakukannya bodoh” teriak Taehyung
“ kau
tak tau Taehyung, bagi Suga hyung eommanya adalah segalanya. Kau juga
tau kenapa aku dan Suga hyung putus? Karena dia ingin eommanya
bahagia Taehyung. Dan, dan aku membuat eommanya sekarat Tae, aku
penyebab segalanya. Kumohon biarkan aku mendonorkan jantungku”
“ aku
tidak akan pernah mengijinkanmu”
“ kenapa?
Kenapa kau melarangku? Bukankah ini kesemapatanmu untuk mendapatkan
Suga hyung? Kau mencintainya kan?”
BUK
Lagi,
Taehyung memukul Jimin lagi
“ kau
bodoh Jimin. Yang dia cintai adalah kau bodoh. Dia hanya mencintamu”
“ kenapa?
Kenapa kau membiarkan dirimu tersiksa hah?”
“ kau
sahabatku jimin, dan aku ingin Suga hyung bahagia. Dan kebahagiaannya
adalah bersamamu”
“ ck,
Suga hyung memang hanya mencintaiku. Tapi hidupnya sepenuhnya untuk
eommanya. Kau ingin Suga hyung bahagia? Biarkan Yoonra ahjumma tetap
hidup. Dan bagaimana caranya yoonra ahjumma tetap hidup? Biarkan aku
mendonorkan jantungku untuk Yoonra ahjumma”
**
FLASBACK END**
Suga
masih setia didepan sebuah kuburan bertuliskan Park Jimin diatas batu
nisannya
“ hyung,
hujan akan segera turun”
“ aku
masih ingin disini”
“ tapi
hyung”
“ biarkan
aku disini”
“ baiklah,
aku akan menaruh payung ini disini. Jika hujan pakailah hyung. Jimin
tidak menyukaimu jika kau sakit. Dan satu lagi” Taehyung
mengeluarkan sebuah surat dan memberikannya pada Suga “ dia menulis
ini sebelum dia benar benar meninggalkanmu” Suga melihat dan
menerima surat tersebut dan Taehyungpun pergi meninggalkan Suga
sendirian
To
: my lovely Suga Hyung
Hyung,
dalam sekejap air hujan terbentuk didekat mataku begitu juga kau
terbentuk. Meski ketika diriku hanya bernafas, aku melihatmu.
Sepertinya itu benar, bahwa cinta berkembang seperti mekarnya cherry
dan kemudian begitu mudah tertutup. Ini seperti aku sedang bermimpi,
kita terbakar seperti kembang api dan tapi hanya abu yang tersisa.
Ini
adalah sebuah keputusan yang kau buat sendiri. Tanganmu, tubuhmu,
Kehangatanmu lebih panas dari khatulistiwa lalu semuanya menghilang
Karena
aku selalu ditempat yang sama di melodi ini, Aku mengulanginya. Di
penghujung lagu, diriku mengulangi sendiri lembaran lagu yang telah
tertulis ini dan Aku menahan diriku di depan melodi yang telah
selesai ini.
Katakan
padaku sekarang jika demuanya telah berakhir, biarkan aku tahu hyung.
Meskipun aku tahu segalanya sekarang telah berakhir, sehingga mungkin
kau tak memiliki perasaan yang tersisa.
Coba
katakanlah apapun, Aku hanya ingin tahu hyung. Perasaanku yang
tertinggal sedang tertahan didepan hubungan yang telah selesai. Dan
biarkan aku pergi dengan perasaan ini. Perasaan yang tak akan pernah
mati walau raga telah memisahkan kita
I
love you hyung
Saranghae
From
: Jimin
THE END


Kenapa Jimin?--
BalasHapusyaaa end,,, panjangin dikit lagi dong reaksinya suga gtu chingu,,, keren tau
BalasHapus😨ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜¢ðŸ¤§ðŸ˜
BalasHapus