FF//I NEED U//YOONMIN//YAOI//PG 15//SAD, ROMANCE//ONE SHOOT
Tittle
: I Need U
Author
: littleyoonra
Cast
:
Min
Yoon Gi
Park
Ji Min
Jeon
Jung Kook
Supp.
Cast :
Kim
Seok Jin
Kim
Nam Joon
Jung
Ho seok
Kim
Tae Hyung
Other
Cast
Genre
: Sad Romance
Rating
: Yaoi, boyxboy
Disclaimer
:
FF
ini milik saya. Murni dari pikiran saya. Jika ada kesamaan apapun
itu, hanya kebetulan semata and NO PLAGIAT MY FF. DONT LIKE DONT READ
AND GOING HAHAHA
Summary :
Blue sky and the sun shining , tears more clearly visible . Why is that you ? Why should you? and why I can not leave?
Sinopsis:
Karenamu
aku hancur seperti ini
Aku
ingin berhenti mengharapkanmu
Tapi
aku tak bisa melakukannya, sial
Tolong
jangan beri aku alasan lagi
Warning
: Typo bertebaran~
HAPPY
RADING~
Sudah
hampir 30 menit Yoongi menunggu di depan Bandara Incheon, namun orang
yang ditunggu – tunggu malah belum menampakkan wajahnya.
“
kemana
anak itu” gerutu Yoongi sambil melirik sekilas jam yang melingkar
ditangannya.
“
hyung!”
seseorang berseru kearahnya. Yoongi yang merasa dipanggil langsung
menoleh ke arah namja yang mengenakan kaos putih yang dibalut kemeja
hitam putih dan juga topi yang digunakan terbalik yang berjalan
kearahnya.
“
30
menit” seru Yoongi
“
ayolah
hyung, aku baru pulang. Jangan kau memarahiku. Peluklah aku,
memangnya kau tidak merindukanku?” jawab namja itu membela diri
“
haruskah
aku memelukmu?” tanya Yoongi yang mendapatkan anggukan dari namja
yang hanya beda 1 cm darinya
“
baiklah~”
Yoongi mendekat dan tiba – tiba saja mengecup bibir tipis namja
didepannya
“
h-hyung
... “ namja itu terus mengedip ngedipkan matanya tak percaya dengan
apa yang terjadi padanya barusan.
“
cepat
bawa barangmu. Eomma dan appa sudah menunggu” Yoongi pergi tanpa
perasaan yang salah sedikitpun.
***
“
hyung”
“
hmm”
“
maksud
kissmu tadi itu hmm apa?”
“
kau
berkata kan jika aku merindukanmu aku boleh memelukmu?”
“
hmm
lalu kenapa kau menciumku?”
“
aish
itu artinya aku sangat merindukanmu paboya. Cepat turun kita sudah
sampai rumah”
Yoongi
keluar dari mobil lebih dulu setelah menyetir selama perjalan kurang
lebih 1 jam. Yoongi membuka bagasi mobil dan menurunkan barang barang
Jimin. Lalu kemana Jimin? Dia tentu saja langsung masuk kerumah dan
bertemu dengan eomma dan appa
“
eomma,
appa” teriak Jimin dan langsung memeluk sang eomma erat
“
omona,
anak eomma sudah besar eoh”
“
eoh
tentu eomma, aku bukan hanya belajar disana, tapi aku tidak lupa
makan agar aku sehat dan bisa membahagiakan kalian berdua dan juga
Yoongi hyung” jawab Jimin antusias yang mendapat gelengan senyum
dari kedua orangtua angkatnya.
“
eomma
tugasku sudah selesai dan aku harus pergi” Yoongi sedikit berteriak
setelah selesai menurunkan semua barang Jimin
“
yakkk
hyung tidak boleh kemana – mana hari ini. Hyung harus dirumah
temani Jimin” saat Yoongi hendak pergi, dia membalikan badannya
saat mendengarkan teriak cempreng milik Jimin.
“
mwo???
Ta- tapi ... “
“
tidak
ada tapi tapian hyung. Kau harus membatalkan semua skedule mu hari
ini”
***
“
banyak
sekali barang bawaanmu eoh” gerutu Yoongi saat membantu Jimin
membereskan barang – barang miliknya di kamar Jimin.
“
aku
membeli barang barang ini dengan menyisihkan uang jajanku hyung.
Makanya aku bawa semua” jawab Jimin “ oh iya aku juga membawa
oleh oleh untuk kalian” lanjut Jimin sambil membongkar salah satu
kopernya. Dan Yoongi? Dia hanya melihat Jimin yang sedang sibuk
mencari sesuatu.
“
wahhhh
ketemu. Untung tidak tertinggal” seru Jimin
“
apa
itu?” tanya Yoongi saat Jimin memegang benda
“
hmm
ini hadiah untukmu hyung”
“
pajangan
menara eiffel?” Yoongi hanya melihat biasa pada pajangan tersebut
“
yakkkk
itu bukan pajangan biasa hyung” seru Jimin sambil merebut kembali
pajangan tersebut. “ kau lihat ini?” Jimin menunjukan salah satu
garis bawah di pajangan tersebut dan terdapat huruf JY disana
“
JY?”
Yoongi menaiki sebelah alisnya tak mengerti maksud dari huruf JY
tersebut
“
ini
artinya Jimin Yoongi, hyung” jawab Jimin sembari mepoutkan
bibirnya. Sedangkan Yoongi? Dengan tiba – tiba dia merasakan
pipinya memanas dan jantungnya berdetak dengan kencang
“
hyung,
besok aku ingin kau menemaniku ke nami island ne” pinta Jimin.
***
Yoongi
berlari meninggalkan eomma, appa dan juga Jimin menuju kamarnya dan
menutup pintu kamarnya keras namun tak menguncinya. Entah dia lupa
atau sengaja, yang jelas dia sekarang sudah berada diatas kasur dan
didalam selimut biru miliknya.
“
biar
aku saja eomma” Jimin menahan sang eomma saat sang eomma akan
menyusul Yoongi.
“
baiklah,
eomma tau kau lebih tau hyungmu”
Jimin
berjalan kearah kamar Yoongi. Jimin memutar knop pintu kamar Yoongi.
Ya, dia tau bahwa kamar Yoongi tidak dikunci. Jimin melihat sesuatu
diatas kasur milik Yoongi. Sebuah gundukan dibalik selimut yang sudah
pasti itu adalah Yoongi.
Jimin
berjalan kearah kasur Yoongi dan duduk di samping ranjang tanpa ada
niat untuk membuka selimut Yoongi
“
kau
tau hyung, kadang kita harus melakukan hal yang tak ingin kita
lakukan? Ya, bagaimanapun keadaannya kita harus menerima itu
semuanya. Aku pergi hyung, tapi aku akan kembali. Aku berjanji saat
sekolah menengahku sudah selesai, aku akan mengambil kuliah di
tempatmu kuliah. Jadi tunggu aku tiga tahun lagi hyung”
***
3
TAHUN KEMUDIAN
Seperti
tahun lalu, Yoongi sudah siap sejak 30 menit yang lalu. Dimana 30
menit yang lalu adalah jam kedatangan pesawat dari paris. Namun orang
yang ditunggu tak muncul juga.
“
hyung?”
seseorang dengan penamilan yang hampir sama dengan 3 taun lalu
menghampiri Yoongi yang hanya fokus pada lantai dibawahnya.
Yoongi
mengangkat kepalanya dan menatap namja yang memanggilnya hyung.
“
kau
sudah datang” itulah yang Yoongi ucapkan saat melihat wajah imut
Jimin
“
maaf
aku telat” Jimin yang menyadari keterlambatan ya itu langsung
meminta maaf pada Yoongi yang terlihat sudah kusut karna menunggu.
Namun tiba – tiba saja Yoongi mencium Jimin
“
itu
hukuman mu karna telat” kata Yoongi memulai perkataannya sebelum
dia menerima ocehan dari Jimin. “ cepat kita pulang, eomma sudah
menunggu” lanjutnya dan merekapun berjalan menuju mobil Yoongi.
***
Yoongi
mengeluarkan barang – barang Jimin dari bagasi yang dibantu Jimin.
Merekapun masuk bersama dengan membawa barang – barang Jimin yang
disambut oleh eomma dan appa.
“
selamat
datang kembali sayang” eomma memeluk Jimin setelah Jimin menaruh
barang – barangnya terlebih dahulu dan bergantian memeluk sang
appa. Lalu kemana Yoongi? Dia tentu saja sudah terlebih dahulu
kekamar Jimin untuk membereskan barang – barang milik Jimin.
Jimin
yang tau hal itu langsung membawa barang – barangnya ke kamarnya
dan melihat Yoongi sudah membuka kopernya.
“
hyung
... “
“
aku
sudah membatalkan jadwalku hari ini. Aku tidak ingin kau berteriak
seperti taun kemarin”
Jimin
tau betul bahwa Yoongi lah yang paling tidak setuju Jimin untuk
meneruskan sekolahnya di paris. Tapi Jimin sangat senang melihat
Yoongi yang masih mengingat kejadian taun lalu saat Jimin kembali ke
Seoul.
“
terimakasih
sudah mau menungguku hyung” Jimin menghapiri Yoongi lalu
memeluknya. Yoongi hanya diam saja saat mendapatkan pelukan dari
Jimin. Tak ada penolakan namun tak ia respon. Yoongi hanya
memperlihatkan senyum tipisnya dan itu hanya 1 menit.
“
yaaa
Jimin-ah, aku sedang membereskan barang – barangmu. Jangan
menggangguku” Yoongi mendorong pelan pelukan Jimin. Jimin hanya
tersenyum saat melihat sang hyung marah seperti itu. Jimin bilang
jika Yoongi marah, maka Yoongi akan sangat lucu dimata Jimin.
“
baiklah
hyung, akan aku bantu” seru Jimin semangat dan membuka koper yang
lain untuk dibuka dan dia bereskan.
Saat
Yoongi sedang asyik membereskan barang barang yang ada di koper
Jimin, Yoongi melihat ada sebuah bingkai foto disana. Bingkai yang
berwarna merah itu memperlihatkan Jimin menggendong seorang namja dan
namja itu mencubit pipi Jimin. Jimin melihat kearah Yoongi lalu
tersenyum dan menghampiri Yoongi.
“
dia
namja ku hyung”
Entah
apa yang Yoongi rasakan. Dia begitu lemah tak bertenaga saat
mendengar penuturan Jimin.
“
kami
bertemu di perpustakaan. Saat itu aku ingin mengambil buku, namun tak
sampai. Akhirnya dia mengambilkan buku itu untuk ku. Dan semenjak itu
kami sering berkomunikasi. Dia juniorku. Kami beda 2 tahun hyung. Dan
dia adalah orang korea juga. Sama sepertimu berasal dari gwangju. Dia
tampan dan sangat baik hyung. Kau mau kan merestui kami?”
***
Jimin
menuruni tangga dan berjalan kearah meja makan.
“
morning
appa, eomma, hyung” sapa Jimin saat dia sudah sampai dimeja makan
“
ahhh
eomma, appa, aku harus segera pergi, tugasku sudah bertumpukan dan
harus segera menyelesaikannya sebelum masuk kuliah” Yoongi
menggendong ranselnya lalu pergi begitu saja tanpa memperdulikan
teriakan Jimin.
***
Sudah
jam 9 malam namun Yoongi belum juga pulang. Jimin terus berjalan
mengelilingi sofa. Dia sangat khawatir pada Yoongi yang tak ada
kabar. Ya, Yoongi tak membalas pesan Jimin, telponyapun tak diangkat.
Bahkan sekarang telponnya mati.
“
eomma,
apa hyung sering pulang selarut ini?” tanya Jimin pada sang eomma
“
hmm
tidak sering tapi pernah. Ya, jika dia banyak tugas memang seperti
itu. Selama dia masih bisa mengerjakannya, dia pasti kerjakan”
jelas sang eomma panjang lebar.
“
lalu
kenapa telponya mati?”
“
Jimin-ah
tenanglah. Dia akan baik – baik saja. Percayalah” sang eomma
menenangkan Jimin. Ya, Jimin memang sedikit tenang saat mendengarkan
penuturan sang eomma. Diapun berniat menonton televisi sambil
menunggu Yoongi pulang. Namun setelah satu jam kemudian, Jimin
tertidur diatas sofa dengan keadaan tivi menyala.
“
chagi,
suruh Jimin pindah kekamarnya” sang appa berteriak saat melihat
Jimin sudah tertidur pulas di sofa. Sang eommapun menghampiri ruang
tivi dan membangunkan Jimin.
“
Jiminie
... “
“
Yoongi
hyung!” Jimin yang disentuh pundaknya oleh sang eomma langsung
bangun dan menyebutkan nama Yoongi
“
Yoongi
belum pulang sayang. Lebih baik kamu tidur dikamar ne. Jangan sampai
kau sakit hanya karna menunggu Yoongi. Kau tak inginkan Yoongi marah
hanya karna kamu sakit? Jadi sekarang cepat bangun dan tidur dikamar”
Jimin
hanya mengangguk paham apa yang eommanya katanya dan menjalankan
perintah sang eomma.
***
FLASHBACK
5
TAHUN YANG LALU
“eomma,
aku ingin ice cream”
“
diluar
hujan sayang”
“
pokoknya
aku mau ice cream” Yoongi berlari kekamarnya dan menutup pintu
kamarnya.
“
kau
ajak saja dia ke mini market terdekat. Minta Lee ahjuma mengantarkan
kalian” yeoja yang dipanggil eommapun menurut dan menghampiri
Yoongi yang sedang marah padanya. Sang eomma membuka pintu kamar
Yoongi dan melihat gundukan diatas tempat tidurnya
“
chagi,
kau marah padaku? Kau mau tetap didalam selimut? Baiklah, jika kau
ingin tetap didalam aku akan membeli ice cream sendirian” saat
mendengar kata ice cream Yoongi keluar dari dalam selimutnya
“
aku
mau ice cream” teriaknya yang sangat mengemaskan
“
haha
kau ini lucu sekali . ayo kita beli ice cream” sang eommapun
berjalan menuju mobil yang sudah ditunggu oleh Lee ahjumma.
Mobil
yang Yoongi tumpangi sedang menuju kesebuah mini market terdekat.
Sambil melihat hujan lewat jendela, Yoongi tersenyum bahagia. Namun
senyumnya memudar saat melihat sesuatu.
“
ahjumma
berhenti” perintah Yoongi yang membuat sang ahjumma berhenti
mendadak.
“
chagi
wae?” tanya sang eomma, namun apa yang Yoongi lakukan? Dia membuka
pintu mobil dan keluar dari mobil “ Yoongi, mau kemana?” teriak
sang eomma yang langsung panik “ ahjumma, dimana payung?” tanya
sang eomma dengan nada kahwatir
“
ini
Nyonya” Lee ahjummapun memberikan sebuah payung pada sang majikan.
Dan eommapun keluar dari mobil menggunakan payung tersebut
“
Yoong
... “ sang eomma berhenti saat melihat apa yang Yoongi lakukan.
“
yakkk
apa yang kau lakukan disini. Kau tau ini sangat dingin” bentak
Yoongi pada seorang bocah yang sama sekali tak ia kenal
“
a
.. aku .. aku ditinggalkan eomma .. eomma meninggalkanku disini hiks
.. dia tak ingin aku mengikutinya .. dia mengatakan aku adalah anak
nakal .. hiks .. aku tak tau harus apa dan bagaimana” bocah itu
terduduk lalu memeluk lututnya dan menenggelamkan wajahku.
Yoongi
menatap iba pada bocah itu
“
Yoongi”
tanpa sadar sang eomma sudah berada dibelakangnya.
***
“
minum
ini dan tidurlah” eomma Yoongi memberikan segelas susu pada bocah
yang tadi bertemu Yoongi di suatu tempat. Sekarang mereka sudah
kembali kerumah dengan bocah tersebut.
“
pokoknya
aku ingin dia tinggal disini appa”
“
Yoongi,
kita tak tau dia darimana asal usulnya. Mungkin dia orang jahat”
“
yakkk
jika appa tak mengijinkan dia tinggal disini maka aku akan tinggal
dijalanan bersamanya”
7
TAHUN KEMUDIAN
“
wahhh
jimini kau hebat mendapatkan bea siswa ke paris?” appa Yoongi
sangat bangga saat dia diberitahu bahwa Jimin mendapatkan beasiswa
untuk meneruskan sekolahnya keluar negeri. Semuanya bahagia kecuali
Yoongi.
“
hyung,
kau tak suka aku mendapatkan beasiswa?”
“
tentu
saja aku tak suka bodoh. Jika kau mendapatkan bea siswa otomatis kau
akan pergi meninggalkanku sendirian disini” jelas Yoongi dengan
bibir yang dipoutkan dan itu membuat Jimin sangat gemas ingin
mencubitnya.
“
dengarkan
aku hyung” Jimin menarik Yoongi pelan dan merekapun duduk bersama
disofa “ aku melakukan ini untuk kalian. Kalian adalah malaikatku.
Tanpa kalian aku tak tau harus menjadi apa. Tolong ijinkan aku pergi
untuk membalas pertolongan kalian. Aku akan terus berbakti pada
kalian. Aku tak ingin kalian kecewa karna telah menolongku”
FLASHBACK
END
***
Yoongi
meneteskan airmatanya saat mengingat kejadian 15 tahun yang lalu. Dia
baru sadar dan sepenuhnya sadar. Semua yang Jimin lakukan padanya
hanya untuk membalas budi kepada mereka
“
ARRGGGGHHHHHH”
Yoongi melempar kerikil kearah sungai. Dia benar benar frustasi
dengan apa yang dia rasakan.
“
hyung
sudah malam, sebaiknya kau pulang”
“
aku
tidak ingin pulang. Aku tak ingin melihatnya”
“
hyung,
aku tau ini berat. Tapi aku harap kekecewaanmu kepada Jimin tidak
membuat orangtuamu khawatir. Aku yakin mereka menunggumu pulang.
Pulanglah hyung”
Yoongi
menoleh menatap sendu lelaki disampingnya. Masih terlihat airmata
yang mengalir di pipi putihnya. Dan Yoongi kembali teringat saat 3
tahun Yoongi dan Jimin saat di Nami Island
‘hyung,
aku sungguh berterimakasih padamu. Kau adalah pahlawanku. Bahkan kau
rela mengorbankan hidupmu jika aku tak diijinkan tinggal dirumahmu.
Aku berjanji padamu hyung, aku akan terus berada disampingmu dan akan
menghajar siapapun yang menyakitimu’
Kembali
Yoongi menitikan airmatanya. Dia benar benar kecewa dengan hatinya.
Kenapa dia begitu terlena dengan semua kata manis Jimin padanya.
Kenapa dia tak sadar jika Jimin melakukan semua itu hanya untuk
berterimakasih kepadanya. KENAPA???
Yoongi
masuk kedalam rumah dengan keadaan rumah yang begitu gelap. Namun
tanpa penerangan sedikitpun Yoongi dapat masuk kedalam kamarnya. Dia
menekan sakelar lampu dan nyalalah lampu di kamarnya tersebut. Yoongi
menghempaskan tubuh rampingnya diatas kasurnya yang empuk
“
ahhhh
nyaman sekali” Yoongi memejamkan matanya merasakan betapa nikmatnya
berada ditempat tidur miliknya. Namun rasa haus harus mengurungkan
niat Yoongi yang akan langsung memejamkan matanya. Yoongi harus rela
bangun dan pergi kedapur untuk mengambil air minum. Namun saat dia
bangun, dia melihat segelas susu putih disana
“
wahhh
kebetulan” seru Yoongi yang langsung meneguk habis susu putih yang
sudah sedikit dingin itu. Namun saat Yoongi ingin menaruh kembali
gelasnya, dia mendapati selembar kertas disana dengan tulisan
‘bagaimana
susunya hyung? Maaf jika sudah tidak hangat lagi. aku sangat
mengkhawatirkanmu sejak tadi. Namun eomma mengatakan bahwa kau baik
baik saja. Walaupun aku sudah sedikit tenang, tapi hati ku benar
benar masih terus memikirkan keberadaanmu. Maafkan aku yang membuatmu
harus mengerjakan tugasmu selarut ini hyung. Aku mencintaimu’
Yoongi
tersenyum tipis, namun bukan senyuman tulus yang dia berikan
melainkan sebuah senyuman devil yang ia perlihatkan
***
Jimin
bangun dari tidurnya. Dia meregangkan kedua tangannya kesamping.
“
moring
chagi” Jimin bergumam mengucap morning pada seseorang. Dia
tersenyum lebar lalu beranjak dari tidurnya dan lari kearah kamar
Yoongi. Jimin membuka pinru kamar Yoongi dan tak medapatkan Yoongi
disana. Tapi senyum itu tetap ada setelah dia melihat gelas susu
buatannya sudah kosong ‘semalam
Yoongi hyung pulang’
lalu kemana Yoongi? Ada 2 pemikiran di otak Jimin. Dia sudah berada
di ruang makan atau sedang mandi. Jiminpun berlari menurunin tangga
menuju meja makan, namun sosok yang dicarinya tidak ada.
“
eomma,
apa Yoongi hyung belum turun?” tanya Jimin
“
Yoongi
sudah pergi dari jam 6 tadi pagi”
***
ini
sudah hari ketiga Jimin tidak melihat wajah Yoongi. Ya, Yoongi selalu
pergi saat Jimin masih tidur dan datang setelah Jimin terlelap dalam
mimpinya. Hari ini, Jimin bertekad tak akan tidur sampai dia benar
benar melihat Yoongi pulang.
“
Jimin
apa yang kau lakukan jam segini?”
“
ahhh
appa, aku hanya tidak bisa tidur”
“
benarkah?”
“
ahhh
tidak appa. Sebenarnya, aku hanya gugup jika sebentar lagi aku akan
menjadi seorang mahasiswa” Jimin berbohong. Ya, baru kali ini Jimin
berbohong pada keluarga Min. Bahkan Jimin mengutuk dirinya sendiri
setelah apa yang ia lakukan tadi.
“
haha
kau ini lucu sekali. Baiklah, jika memang kau sudah mulai mengantuk
tidurlah. Jangan dibiasakan bergadang ne. Nanti kau seperti Yoongi”
“
hehe
ne appa. Aku akan secepatnya tidur”
“
baiklah,
appa ke kamar dulu ne”
“
ne
appa, jumuseyo” Jimin membungkukan badannya tanda hormat pada Min
Appa.
Jam
11
Jam
12
Jam
1
“
yatuhan
sudah jam segini Yoongi hyung belum pulang” Jimin menatap cemas
pintu rumah. Namun beberapa menit kemudian dia mendengar suara motor
masuk kedalam rumahnya “ ah itu Yoongi hyung sudah datang” Jimin
sudah bersiap siap berdiri didepan pintu rumah untuk menyambut sang
hyung.
“
aku
tak ingin pulang”
“
kau
harus pulang hyung. Jangan pernah seperti ini lagi”
“
sudah
tak ada yang peduli denganku lagi”
“
tidak
hyung, mereka mengkhawatirkanmu. Salahkan saja handphonemu yang rusak
sehingga kau tidak pernah tau jika mereka mencoba menghubungimu”
Jimin
mendengarnya, sangat jelas. Yoongi ya bersama orang lain? Jimin
membuka pintu dan melihat dengan siapa Yoongi pulang
“
hyung
.. “ Yoongi dan namja tadi menoleh kearah Jimin
“
Jimin,
apa yang kau lakukan? Kau belum tidur?” tanya Yoongi
“
apa
yang aku lakukan? Apa aku salah dengar? Kenapa harus aku yang
ditanya? Kenapa tidak aku yang bertanya hyung? Apa yang kau lakukan
hyung? Kau mabuk lagi? Hyung sudah ku katakan jangan pernah mabuk
mabukan lagi. Kau akan sakit lagi hyung”
“
apa
pedulimu bodoh? Taehyung-ah bawa aku kekamar”
“
tapi
hyung ... “
“
cepat
taehyung-ah aku tak ingin melihat wajahnya dihadapanku”
“
hmm
baik hyung”
Taehyung
memasuki rumah dengan membopong tubuh Yoongi yang sudah mabuk berat
dan membaringkan tubuh Yoongi diatas kasur milik Yoongi saat mereka
sudah sampai di kamar Yoongi.
“
taehyung-ah
kenapa kau membiarkannya?”
“
Jimin-ah
kau tau sendiri jika kemauan Yoongi tak dipenuhi?”
“
baiklah,
kau pulanglah. Terimakasih sudah mengantar Yoongi pulang”
“
baiklah
Jimin. Jaga Yoongi baik – baik”
Taehyung
meninggalkan Jimin dan Yoongi. Jimin menatap sendu kearah Yoongi
“
Jiminie~
“ Yoongi mengigau
“
ne
hyung aku disini” Jimin yang merasa namanya dipanggil langsung
menghampiri dan memegang tangan Yoongi “ yatuhan panas sekali”
saat Jimin hendak pergi mengambil komrpes, tangannya ditahan oleh
Yoongi
“
jangan
pergi, temani aku tidur”
“
ne
hyung, aku akan disini menemanimu” Jimin langsung duduk disamping
Yoongi sambil mengelus lembut surai Caramel Yoongi “ cepat sembuh
hyung”
***
Yoongi
membuka matanya perlahan saat sinar matahari belomba – lomba
memasuki kamar Yoongi dan membangunkan namja berkulit susu ini.
“
kau
sudah bangun hyung? Apa tidurmu nyenyak?” suara Jimin adalah suara
pertama kalinya yang ia dengar. Bukan suara alarm yang seperti
biasanya.
“
maafkan
aku, aku mematikan alarmnya agar kau bisa tidur nyenyak. Semalam suhu
badanmu sangat panas hingga aku tak ingin kau pergi lagi dalam
keadaan sakit hyung” Jimin terus tersenyum didepan Yoongi. Jimin
sangat tau jika Yoongi tak bisa bangun jika dia tak memasang
alarmnya. “ aku akan membuatkanmu susu nde?” Jimin mulai beranjak
dari atas kasur Yoongi namun tertahan oleh tangan Yoongi “ wae?”
“
temani
aku tidur Jimin” entah kenapa Yoongi begitu memohon pada Jimin
namun dia sadar bahwa Jimin menurutinya bukan karna dia mencintainya,
tapi hanya karna Yoongi adalah penolongnya. Jimin akan lakukan apapun
untuk sang pahlawan.
“
tentu
hyung. Akan aku lakukan” jawab Jimin yang langsung kembali tertidur
disamping Yoongi dan mengusap – usap lembut rambut Yoongi.
“
gomawo”
“
untuk?”
“
karna
kau sudah mau menemaniku”
“
haha
itu tentu saja akan aku lakukan. Jika perlu aku akan tidur setiap
malam disini untuk menemanimu hyung” Yoongi tersenyum. Bukan sebuah
smirk, tapi senyuman tulus dan sangat tulus yang hanya
diperlihatkannya kepada Jimin
Drrrtttt
drrrrtttt
“
ahhh
sebentar hyung, hanphoneku berbunyi” Jimin bangun dari tidurnya dan
mengambil hanphonenya yang dia letakkan di nakas
“
hallo”
“
hallo
hyung, bagaimana kabarmu?”
“
aku
baik, kau sendiri?”
“
aku
buruk hyung”
“
mwo?
Hey apa yang terjadi padamu?”
“
aku
sangat merindukanmu .. “
“
yakkkk
kau ini tidak lucu. Kau tau saat kau mengatakan keadaanmu buruk aku
sangat mengkhawatirkanmu bodoh”
“
kkkkk~
tapi sungguh hyung aku sangat merindukanmu”
“
ha~
aku juga”
“
benarkah?”
“
hmm”
“
kalo
begitu jemput aku besok di airport hyung. Aku sudah mengurus
kepindahanku dari sini ke seol. Aku mencintaimu hyung, bye tutt tutt
tutt”
“
yakkkk
Tung ... aishh dia menutupnya”
“
pacarmu?”
“
ah
hyung, ne. Dia mengatakan besok aku harus menjemputnya ke airport
karna dia besok pulang”
“
bukankah
dia masih dua tahun lagi di sana?”
“
ya,
tapi dia berkata bahwa dia sudah mengurus kepindahannya kesini”
“
jadi
dia akan pindah sekolah kesini?” Jimin mengangguk menjawab
pertanyaan Yoongi. Entah apa yang Yoongi rasakan. Melihat Jimin
bertelponan dengannya saja itu sangat sakit. Bagaimana dia melihat
Jimin jalan dengan namjanya didepan matanya?
“
hyung
mau menemaniku?”
“
tidak,
aku tak ingin mengganggu moment kalian”
“
terimakasih
hyung”
***
Jimin
sudah berada di Bandara Incheon sejak 15 menit yang lalu sebelum
pesawat dari paris datang. Namun tanpa Jimin sadari, Yoongi sudah
berada dibelakangnya, mengamati Jimin dari kejauhan.
Setelah
10 menit menunggu, Yoongi dapat melihat Jimin memeluk seseorang dan
Yoongi tau siapa namja itu.
“
Jungkook-ah
apa kau lapar? Bagaimana jika kita makan dulu?”
“
ahhh
tentu hyung aku mau”
“
baiklah,
ja kita pergi”
Jimin
dan Jungkook berjalan meninggalkan bandara menuju parkiran dan Yoongi
sudah mendahului mereka berada diparkiran. Saat mata Yoongi menangkap
sosok Jimin dan Jungkook, dia sudah siap – siap untuk menancap
gasnya dan membuntuti mereka.
***
Jimin
memasuki sebuah caffe bersama Jungkook dan memesan sebuah makanan
disana. Namun saat menunggu pesanan mereka, Jimin seperti melihat
seseorang yang ia kenal.
“
jungkook-ah
tunggu sebentar ne” seru Jimin dan bangkit dari kursinya
menghampiri orang yang ia kenal
“
Taehyung,
Jhope hyung?apa yang kalian lakukan disini?” Taehyung dan Jhope
yang merasa dipanggil langsung menoleh
“
huwaaa
Jimin kapan kau pulang dari Paris?” Jhope yang baru melihat Jimin
langsung bangun dan memeluk Jimin.
“
yakkk
hyung, berhentilah. Aku tak bisa bernafas” rengek Jimin
“
kkkk~
mian Jimin-ah aku merindukanmu” jawab Jhope
“
yahhh
aku sudah 1 minggu disini” Jawab Jimin
“
Jinja?
Kenapa kau tak keluar bermain bersama kami?”
“
aku
.. “
“
chagi,
pesanannya sudah datang” Jungkook yang merasa diabaikan langsung
menghampiri Jimin untuk memberitahu Jimin jika pesanan mereka sudah
siap saji di meja mereka
Jhope
yang melihat seseorang menghampiri Jimin langsung mendekat dan
berebisik pada Jimin
“
Jimin-ah
siapa dia?” tanya Jhope
“
Hobi
hyung, Taehyung perkenalkan dia Jungkook, namjaku”
***
Taehyung
dan Jimin sedang mencari kelas mereka. Ya, hari ini adalah hari
dimana liburan panjang sudah berakhir dan hari pertama Jimin dan
Taehyung menginjakkan kakinya di universitas. Sesuai dengan janji
Jimin, tahun ini Jimin kuliah di seoul dan di tempat kuliah Yoongi
juga.
“
Taehyung-ah
.. “ Jimin yang mulai bosan dengan pelajaran pertamanya mengganggu
sang sahabat yang sedang asyik menggambar. Jangan tanyakan apa yang
Taehyung buat, Jiminpun tak tau
“
hmm
.. “
“
aku
bosan”
“
lalu?”
“
kita
kekantin sekarang”
“
aku
tidak lapar”
“
ayolah,
temani aku. Aku ingin bertemu Yoongi hyung. Aku yakin dia sedang
dikantin sekarang”
***
Jimin
dan Taehyung berjalan kearah kantin. Tentunya setelah berhasil kabur
dari dosen mereka.
“
ahjumma
aku pesan kimbabnya satu” Jimin memesan makanan dan Taehyung
mencari sosok Yoongi.
“
ahh
itu Yoongi hyung” seru Taehyung saat melihat Yoongi bersama
seseorang.
“
dimana?”
tanya Jimin antusias
“
disana”
jawab Taehyung sambil menunjuk dan Jimin dapat melihat Yoongi tapi
bersama dengan Jungkook
“
Jungkook?
Apa yang mereka lakukan? Bukankah mereka tidak pernah bertemu
sebelumnya?” Jimin yang penasaran langsung memberikan Kimbabnya
kepada Taehyung dan menghampiri Yoongi dan Jungkook.
“
selamat”
“
terimakasih”
“
kau
berhasil Jungkookie”
“
sudah
kukatakan hyung, aku akan mendapatkannya” terlihat senyum Yoongi
yang dipaksakan
“
ya,
aku tau. Kau akan mendapatkannya”
“
hyung
.. “
“
ne?”
“
berhentilah
mencintai Jimin. Dia sudah menjadi milikku”
“
tentu
Jungkook-ah. Aku akan melupakannya”
“
bukan
melupakannya hyung, tapi berhenti mencintainya”
“
kalian
.. “
Yoongi
dan Jungkook yang mendengarkan suara Jimin langsung menoleh kesumber
suara. Terlihat disana Jimin menatap tajam kearah Yoongi dan Jungkook
bergantian
“
hyung,
dengarkan aku. Aku dan Yoong .. hyung “ belum Jungkook menjelaskan,
Jimin sudah pergi meninggalkan Jungkook dan Yoongi. Jungkook yang
melihat Jimin lari, langsung mengejar Jimin.
“
hyung,
kenapa kau diam saja?”
“
aku
sudah kalah Taehyung-ah”
10
TAHUN YANG LALU
“
dia
sangat cantik”
“
yakkk
dia milikku, jangan mengambilnya” Yoongi langsung mengambil foto
yang ia pamerkan kepada Jungkook
“
hyung,
ayo buat kesepakatan”
“
apa?”
“
siapapun
yang mendapatkannya terlebih dahulu, dia harus berhenti mencintai
Jimin”
FLASHBACK
END
Yoongi
memarkirkan mobilnya di bagasi rumahnya, dan saat ia keluar, dia
dapat melihat mobil Jungkook disana.
“
eomma,
appa aku ingin mengenalkan seseorang kepada kalian. Dia adalah Jeon
Jung Kook. Namja yang berasal dari Gwangju dan sekarang dia adalah
namjaku. Kami bertemu di paris, kami satu sekolah dan dia adalah
juniorku”
“
juniormu?
Bukankah dia seharusnya ada diparis untuk sekolah?”
“
aku
pindah ahjumma. Aku merasakan sakit jika berjauhan bersama Jimin
hyung. Oleh karena itu, aku meminta orantuaku untuk memindahkanku
sekolah disini”
“
dengan
siapa kau tinggal?”
“
aku
tinggal sendirian di appartku karena kedua orangtuaku tinggal di
paris untuk mengurus bisnis mereka”
Min
eomma hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti
“
eomma
ada satu hal lagi yang harus ku beritahu”
“
apa
itu?”
“
mulai
hari ini aku akan tinggal bersama Jungkook”
Seperti
kejatuhan besi, Yoongi terduduk lemas diatas lantai saat dia
menguping pernyataan Jimin sedari tadi, airmatanya lolos begitu saja
saat mendengar penuturan Jimin. Sakit? Ya, Yoongi merasakan sakit di
dadanya. Apakah ini semua harus berakhir? Atau ini adalah jalan
terbaik untuk melupakan Jimin?
“
Jimin-ah”
saat ini Min appa angkat bicara “ kau tau, siapa orang yang
mengijinkamu tinggal disini? Lebih baik kau meminta ijinlah kepada
Yoongi untuk masalah ini. Aku tak ada hak untuk mengatakan iya atau
tidak. Karena yang membuatmu tinggal bersama kami adalah Yoongi.”
***
Yoongi
mengusap – usap kedua telapak tangannya untuk membuat kehangatan.
Ya, hari ini Seoul didatangi oleh salju.
“
ini”
Namjoon memberikan sebuah kopi kepada Yoongi
“
ahh
terimakasih Namjoonie” jawab Yoongi sambil mengambil kopi yang
diberikan Namjoon kepadanya.
“
apa
tugasmu sudah sudah beres chagi?” Namjoon yang notebennya adalah
namjachingu dari sang sahabat, Jin. dia sedang menemani Yoongi dan
Jin mengerjakan tugas.
“
sedikit
lagi” jawab Jin tersenyum manis kearah Namjoon.
Ada
rasa cemburu disana. Ya bukan cemburu karena Yoongi menyukai Jin atau
Namjoon. Tapi cemburu disini adalah dimana bahwa Yoongi tak akan bisa
mendapatkan hal semanis itu bersama Jimin. Ya, saat Jimin meminta
pada Yoongi untuk tinggal bersama Jungkook, Yoongi dengan cepat
mengatakan iya dan itu membuat Jimin benar – benar sudah pergi dari
rumah Yoongi.
“
hyung
.. “ terdengar suara Taehyung disana. Semua menoleh dan mendapati
Taehyung bersama sang namjachingunya.
“
hay
taehyung-ah .. apa yang kau lakukan disini?” tanya Namjoon
“
Hobi
hyung mengatakan bahwa kau sedang menemani Jin hyung mengerjakan
tugas, jadi aku kemari saja untuk menemani kalian”
“
Hobi,
kau membuat pacarmu seperti ini. Jangan salahkan kami jika kami
pulang malam”
“
Jin
hyung, kau tau jika permintaan Taehyung tak dipenuhi? Aku tidak bisa
dapat jatah nanti malam”
PLETAK
Seketika
Jhope mendapat pukulan gratis dari sang kekasih
“
yakk
chagiya, sakit” rengek Jhope
“
salahkan
otakmu yang yadong itu” celetuk Taehyung dan semua tersneyum
melihat tingkah lucu Taehyung “ oh ya apa kalian sudah makan?”
tanya Taehyung dan semua menggeleng “ bagaimana jika kita makan
bersama? Ya, setelah itu kalian lanjutkan mengerjakan tugas” semua
mengangguk menyetujui penawaran Taheyung termasuk Yoongi. Ya,
daripada mereka mati kelaparan hanya karena tugas? Itu kan tidak
lucu.
Semuanya
berjalan menuju caffe terdekat dengan kampus mereka dan merekapun
duduk disebuah bangku yang melingkah dan memesan makanan masing –
masing.
Setelah
memesan, mereka sibuk masing – masing. Tidak, hanya Yoongi yang
sibuk dengan handphone ya. Ya, mungkin dia lebih baik sibuk dengan
handphone ya daripada harus melihat ekempat makhluk tuhan yang sedang
berpaacaran didepannya. Bahkan jika Yoongi lupa mereka adalah
temannya, keempat orang tersebut akan Yoongi hajar. Bagaimana bisa
mereka berpacaran saat Yoongi sendiri? Saat sedang asyik dengan
handphonenya, entah kenapa dia begitu jelas mendengar tawa seorang
Jimin ditelinganya. Yoongi perlahan menengokan kepalanya kearah kiri
dan shit! Jimin ada bersama dengan Jungkook disana, sedang bercanda
berdua? Makan bersama sambil saling suap menyuap? Seketika tubuh
Yoongi melemah. Handphone yang ia pegang terjatuh dan itu dapat
membuat keempat sahabatnya menoleh menatap Yoongi
“
hyung,
gwaenchana?” tanya Hobi yang ada disampingnya.
“
ahhh
tidak, aku tak apa” jawab Yoongi sambil tersneyum. Namun Taehyung
tau bahwa Yoongi sedang berbohong dan taheyungpun melirik kearah kiri
Yoongi dan dia dapat melihat Jimin berada disana bersama Jungkook.
***
Yoongi
tersu fokus pada laptopnya. Tidak, tolong diralat. Mata Yoongi fokus
pada laptopnya. Lalu kemana pikiran Yoongi? Tentu saja pikiran Yoongi
fokus pada seorang Park Ji Min. Namja yang sudah mengambil alih
hidupnya 15 tahun yang lalu.
“
ARRGGHHHHH”
Yoongi melempar laptopnya kelantai saat dia benar benar kacau. Hari
ini Yoongi berada di apart Taehyung. Yoongi sudah meminta ijin pada
sang eomma untuk tidak pulang dan akan menginap dirumah Taheyung.
“
hyung
.. sampai kapan kau akan seperti ini?” tanya Taehyung saat melihat
penampilan Yoongi yang sangat berantakan.
“
entahlah
Taehyung aku tak tau. Jika kau ada diposisiku, apa yang akan kau
lakukan?” Yoongi menatap datang pemandangan malam lewat kaca.
“
aku
akan merelakan Jimin bahagia”
“
aku
sudah merelakan Jimin Taehyung”
“
tidak
hyung, kau belum merelakannya” Yoongi menatap bingung kearah
Taehyung “ apa kau pernah tersenyum saat melihat Jimin sedang
bersama Jungkook? Apa kau pernah menyapa mereka saat kalian
berpapasan? Apa kau pernah tak menangis saat setelah kau melihat
mereka sedang berdua? Kau bahkan tak pernah percaya bahwa Jimin sudah
menjadi milik orang lain. Kau belum merelakannya hyung, kau bahkan
sangat membutuhkan Jimin. Kau bahkan sudah memberikan semua
perhatianmu kepada Jimin. Kau tak akan bisa tanpa Jimin hyung”
***
Jimin
membolak balik buku sejarah yang ia baca
“ kau
membaca apa hyung?” Jungkook yang baru selesai mandi menghampiri
Jimin yang sedang sibuk pada bukunya
“ kau
tak lihat aku sedang baca apa?” jawab Jimin yang tetap fokus pada
bukunya
“ tidak,
aku tak melihatnya. Aku hanya ingin melihat Park Ji Min dan Park Ji
Min hanya boleh melihatku”
Entah
apa yang terjadi, Jimin merasakan bahwa kata – kata itu sudah
pernah ia dengar
“ Jungkook-ah
kau mendapatkan kata - kata itu darimana?” tanya Jimin polos
“ mwo?
Kau pikir aku ini seorang plagiat?”
“ aku
rasa iya. Karna aku tidak asing dengan kata – kata mu”
“ hmm
itu hanya perasaanmu saja chagi” jawab Jungkook yang akhirnya
menarik Jimin untuk berdiri lalu memeluk Jimin dari belakang
“ Jung
,, “
“ ssstttt~
hyung, aku ingin mengulang yang semalam”
“ ta
.. “
“ tidak
ada penolakan” Jungkook memotong perkataan Jimin yang akhirnya
membuat Jimin bungkam dan melakukan hal semalam yang membuat mereka
terlelap bersama sampai sesiang ini.
***
Jimin
bangun dari tidurnya dan tak mendapati Jungkook disampingnya
“
uhhh
lagi lagi dia meninggalkanku dalam keadaan seperti ini” gerutu
Jimin saat dia menemukan nota permintaan maaf Jungkook karena pergi
saat Jimin tertidur lelap. Entah apa yang Jimin rasakan, tiba –
tiba Jimin merindukan Yoongi. Dia merasakan betapa jantungnya
berdebar saat mengingat Yoongi dipikirannya. Namun dengan cepat dia
menggelengkan kepalanya.
“
tidak!
Yoongi hyung pasti sudah membenciku karena aku sudah menyakitinya”
FLASHBACK
Jimin
menghampiri Jungkook dan Yoongi yang sedang berbicara
“
selamat”
“
terimakasih”
“
kau
berhasil Jungkookie”
“
sudah
kukatakan hyung, aku akan mendapatkannya” terlihat senyum Yoongi
yang dipaksakan
“
ya,
aku tau. Kau akan mendapatkannya”
“
hyung
.. “
“
ne?”
“
berhentilah
mencintai Jimin. Dia sudah menjadi milikku”
“
tentu
Jungkook-ah. Aku akan melupakannya”
“
bukan
melupakannya hyung, tapi berhenti mencintainya”
“
kalian
.. “ Jimin yang sudah tak kuat mendengarkan semuanya langsung
berseru kepada mereka
“
hyung,
dengarkan aku. Aku dan Yoong .. hyung “ belum Jungkook selesai
berbicara, Jimin sudah pergi menjauh dari Jungkook dan Yoongi.
Jimin
berhenti disebuah taman dan mendudukan dirinya sambil mengusap kasar
airmatanya
“
hyung
.. “
“
jangan
mendekat Jungkook “
“
dengarkan
aku .. “
“
apalagi
yang harus aku dengarkan? Semuanya sudah cukup jelas. Kalian
mempermainkanku?”
“
mempermainkanmu?
Apa itu tidak terbalik? Kau yang sudah mempermainkan kami hyung”
Jimin terdiam dan menatap Jungkook “ saat Yoongi hyung pulang ke
gwangju, dia dengan sangat percaya diri memperlihatkan fotomu padaku.
Dia bahkan mengklaim kau adalah miliknya. Tapi kau sangat manis
hyung. Aku jatuh cinta padamu walau hanya lewat sebuah foto. Hingga
aku membuat kesepakatan dengan Yoongi hyung siapapun yang menjadi
milikmu harus melupakannya. Kau tau bagaimana perjuanganku saat
mendapatkanmu? Tanpa sepengetahuan kau bahkan Yoongi, aku datang ke
Seol hanya untuk mencari tau bagaimana dirimu. Dan saat aku sudah
bertemu denganmu langsung aku benar benar jatuh cinta hyung. Aku
sakit saat mendengar kau akan sekolah di paris hingga aku memohon
pada eommaku untuk menyekolahkan aku diparis. Dengan uang pinjaman,
kedua orantuaku berhasil menyekolahkanku di sekolah paris dimana
sekolah itu ada dirimu. Aku tak akan menyia nyiakan kesempatanku
hyung. Dan aku benera – benar memilikimu saat ini. Kumohon jangan
menjauh dariku hyung .. hiks” tiba – tiba Jungkook terduduk
didepan Jimin sambil menangis. Jimin benar – benar tidak tau apa
yang harus ia lakukan. Jika dia tetap memilih Jungkook, bagaimana
dengan Yoongi yang sudah menolongnya?
“
hyung,
maukah kau tinggal denganku?”
FLASHBACK
END
Jimin
menuangkan susu di gelas dan membawa beberapa cemilan kearah ruang
tamu. Jimin membuka salah satu cemilannya dan menyalakan televisi.
Namun saat sedang asyik menonton televisi dan memakan cemilannya, dia
teringat kembali dengan perkataan Jungkook tadi pagi
“
kenapa
aku sangat tidak asing dengan perkataannya. Bahkan akhir – akhir
ini dia selalu mengatakan hal yang bahkan aku tak asing
mendengarkannya” Jimin berpikir beribu – ribu kali untuk
mengingat kapan dia mendengarkan perkataan yang Jungkook lontarkan
padanya namun tak berhasil.
“
arrghhh
aku bisa gila”
***
Jimin
berjalan dibawah guyuran salju saat Jungkook meminta Jimin untuk
datang kesuatu tempat.
“
uhh
kenapa namja ini mengajak keluar saat salju turun sangat lebat. Dasar
namja menyebalkan” gerutu Jimin.
Saat
Jimin sudah sampai di sebuah taman, dimana disana Jungkook sudah
menunggunya.
“
hyung,
kau telat 5 menit”
“
cuaca
dingin sekali dan kau masih mempermasalahkanku tentang
keterlambatanku?”
“
jangan
membuang waktumu bodoh. Waktu itu sangat berharga”
Oke,
ini adalah kata – kata berikutnya yang Jimin sempat dengar
sebelumnya.
“
Jung
.. “
“
aku
mencintaimu hyung” Jungkook memegang kedua tangan Jimin yang
dingin. Mencoba mencari kehangatan dari genggaman tangan mereka.
“
hyung”
Jungkook menatap tajam manik mata milik Jimin “ kau tau keindahan
abadi itu apa?” Jimin menggeleng menjawab pertanyaan Jungkook “
keindahan abadi adalah ketika kita melihat orang yang kita cintai ada
duduk bersama dan selamanya akan selalu duduk disamping kita” dan
seketika Jimin terhenyak. Dia mengingat kata – kata berikutnya yang
Jungkook lontarkan “ kau mengingatnya?” entah kenapa airmata
Jimin turun begitu saja “ pergi temui dia sebelum semunya
terlambat” dengan cepat Jimin melepas genggaman Jungkook. Dia
berlari meninggalkan Jungkook yang menatap lekat punggung Jimin yang
mengecil kemudian menghilang “ aku mencintaimu hyung”
FLASHBACK
“Wahhhh
lihatlah hyung bukankah itu indah?” Jimin berseru saat melihat
bunga dan daun bertebaran di Nami Island.
“
tidak”
“
mwo?
Kau mengatakan pemandangan ini tidak bagus?”
“
ya,
memang pemandangan ini tidak indah”
“
memangnya
keindahan seperti apa yang kau mau lihat?”
“
keindahan
yang abadi. Kau tau apa keindahan abadi itu apa?”
“
tidak
hyung”
“keindahan
abadi adalah ketika kita melihat orang yang kita cintai ada duduk
bersama dan selamanya akan selalu duduk disamping kita”
Flashback
end
Jimin
mengatur nafasnya. Dia benar – benar kehabisan nafas setelah
berlari jauh meninggalkan Jungkook sendirian di taman. saat ini Jimin
sedang berdiri di belakang tubuh seorang namja yang tak lebih tinggi
darinya.
“
hyung
.. “ Jimin memanggil namun hampir terdengars eperti bisikan. Tapi
sepertinya orang yang dipanggil merasakan kehadiran Jimin. Namja
tersebut membalikkan badannya dan melihat Jimin yang sedang menggigil
karena berlari di bawah guyuran hujan salju
“
jimin-ah
.. “
“
hyung
apa arti semua ini?” Yoongi terhenyak saat mendengarkan pertanyaan
Jimin
“
Jungkook
sudah mengatakannya?”
“
ya,
semua yang kau katakan selalu dia ucapkan hyung”
“
dan
kau mengingatnya?”
“
maaf
aku hanya mengingat perkataanmu saat di Nami Island 4 tahun yang
lalu. Tapi setelah perkataan itu aku tau bahwa semua yang Jungkook
ucapkan adalah semua perkataannmu”
“
lalu
kau ingin kembali padaku?”
“
tapi
bukankah kalian membuat kesepakatan .. “
“
kesepakatan
kami belum berakhir Jimin-ah”
“
maksudmu?”
FLASHBACK
“
dia
sangat cantik”
“
yakkk
dia milikku, jangan mengambilnya” Yoongi langsung mengambil foto
yang ia pamerkan kepada Jungkook
“
hyung,
ayo buat kesepakatan”
“
apa?”
“
siapapun
yang mendapatkannya terlebih dahulu, dia harus berhenti mencintai
Jimin”
“
aku
setuju, tapi ada syaratnya”
“
apa
hyung?”
“
jika
Jimin memilihmu, maka kau harus selalu mengucapkan setiap ucapan yang
ku katakan padanya. Jika dia mengingatnya, maka dia harus kembali
padaku. Dan begitupun jika dia memilihku. Aku akan selalu mengucapkan
apa yang selalu kau ucapkan kepada Jimin”
“
jika
dia tak mengingatnya?”
“
maka
kita harus benar-benar melepasnya”
“
aku
setuju”
FLASHBACK
END
“
kalian
curang”
“
curang?
Siapa yang curang”
“
kau
dan juga Jungkook”
“
tapi
kau tetap akan bersamaku kan Jimin” Jimin terdiam. Wajahnya memanas
membuat rona merah dipipinya “ lihatlah, wajahmu memerah” Yoongi
menggoda
“
yakkk
hyung jangan menggodaku” Jimin membuat pout dibibirnya. Dia benar –
benar malu ketahuan oleh Yoongi-ya.
“
Jimin-ah”
Yoongi memeluk Jimin erat, memberikan kehangatan kepada tubuh Jimin.
“
ne
hyung” jawab Jimin sambil memegang tangan Yoongi yang memeluknya
dan tak lupa menatap wajah dekat Yoongi
“
kita
lakukan apa yang kau lakukan dengan Jungkook ne”
“
yakkk
hyung, kenapa kau jadi mesum eoh” Jimin melepas pelukan Yoongi dan
memukul pelan Yoongi dengan bantal sofa
“
haha
ayolah .. Jungkook sudah merasakannya dan aku belum”
“
tidak
hyung .. aku tidak mau” Jimin berlari meninggalkan Yoongi yang
terus mengejarnya.
THE
END



Komentar
Posting Komentar